83 Persen Wanita Israel Pernah Alami Pelecehan Seksual


Ternyata laki-laki Israel tidak hanya brengsek terhadap negara lain. Di negerinya sendiri, wanita-wanita Israel tidak sepenuhnya merasa aman dari mereka. Sebanyak 83 persen wanita Israel mengaku pernah mengalami pelecehan seksual, Haaretz melaporkan, Rabu (23/11).

Hasil survei yang disponsori Bagian Pemberdayaan Wanita Tel Aviv-Jaffa Municipality's Committee itu dilakukan menjelang Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan.

Survei dilakukan dengan sampel 500 wanita berusia 16 ke atas yang tinggal di Tel Aviv. Sebelum berbagai bentuk pelecehan yang dijelaskan kepada mereka, 45 persen dari wanita yang disurvei melaporkan dilecehkan oleh seorang pria dalam ruang publik.

Ketika surveyor memasukkan siulan dan komentar lisan sebagai bagian dari pelecehan seksual, jumlah korban meningkat hampir dua kali lipat menjadi 83 persen.

Kelompok yang melaporkan insiden tertinggi pelecehan adalah perempuan berusia 22-39. Bentuk yang paling umum dari pelecehan adalah menyiulinya di jalan (64 persen), diklakson dengan tujuan menggoda (61 persen), dikerling (45 persen), komentar nakal/sugestif (40 persen), menyentuh (21 persen), dan menguntit (18 persen). Juga, 6 persen dari responden melaporkan bahwa mereka adalah korban pelecehan seksual.

Tempat paling sering untuk pelecehan adalah jalan. 96 persen dari wanita yang melaporkan telah dilecehkan mengacu pada pelecehan yang dialami di jalan. 45 persen mengatakan bahwa mereka dilecehkan secara seksual di transportasi umum; 30 persen di pantai; 20 persen di taman atau taman umum, dan 19 persen di daerah pasar terbuka.

Direktur Tel Aviv Sexual Assault Crisis Center Miriam Schler, mengatakan bahwa pada tahun 2010 mereka menerima lebih dari 10.000 keluhan pelecehan seksual. [IK/Rpb/Hrt]
Powered by Blogger.