Header Ads

Aksi Bela Islam

Turki Kecam Larangan Sunat di Jerman


Larangan sunat di Jerman terus menuai kecaman. Selain protes dari dalam negeri, larangan itu juga diprotes keras oleh Turki. Menteri Uni Eropa Turki Egemen Bagis menegaskan, larangan sunat itu melanggar hak asasi manusia (HAM) umat Islam dan Yahudi.

"Putusan pengadilan untuk melarang praktik sunat sangat bertolak belakang dengan kebebasan beragama yang dilindungi secara legal," kata Bagis seperti dilansir Hurriyet Daily News, Rabu (29/8).

"Turki terus memantau perkembangan kebebasan beragama di Jerman. Ini adalah masalah kebebasan dan kesadaran hati yang tidak dapat diintervensi oleh pengadilan," tambah Bagis.

Bagis menambahkan, sunat adalah ritual penting dalam ajaran Islam dan Yahudi. Menggambarkan sunat dengan cedera adalah pelanggaran kultural dan historis yang mengerikan.

Pada Juni lalu, pengadilan Cologne di Jerman memutuskan larangan bersunat. Larangan itu beralasan, sunat dapat mengakibatkan rasa sakit dan membahayakan tubuh.

Selain umat Islam, Yahudi juga menentang larangan sunat itu. Para tokoh Yahudi di Jerman memprotes keras larangan sunat itu. Rabbi Yahudi menyebut larangan itu sebagai intiusi terbesar kepada yahudi setelah holocoust.

Parlemen Israel juga mengecam keras. Ketua komite parlemen Danny Danon mengatakan bahwa putusan itu sangat sensitif melukai perasaan Yahudi. [IK/Rpb]

No comments

Powered by Blogger.