Header Ads

Aksi Bela Islam

Buntut Film Hina Nabi, 100 Warga AS Hengkang dari Tunisia


Sedikitnya, 100 warga Amerika Serikat (AS), termasuk pejabat kedutaan meninggalkan Tunisia. Hengkangnya orang-orang AS dari Tunisia itu dikoordinasi oleh pemerintah, menyusul meluasnya protes atas film yang menghina Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam. Ketakutan menghantui mereka setelah empat warga AS tewas dalam demonstrasi atas film berjudul Innocence of Muslims itu.

"Para warga Amerika dievakuasi pada hari Minggu lalu," kata seorang diplomatik AS yang menggunakan identitas Anonim, seperti dikutip AFP, Senin (17/9).

Jum'at (14/9) lalu, empat warga AS tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat amukan massa di kedutaan besar AS. Massa yang marah atas penayangan film yang menghina Nabi, Innocence of Muslims, menjadi tidak terkendali dan menyerbu kantor diplomatik milik Washington itu.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk Tunisia telah lebih dulu meninggalkan negara itu, beberapa jam setelah serangan terhadap kedutaan, Jum'at (14/9).

Washington memerintahkan non-esensial staf diplomatik dan keluarga mereka untuk meninggalkan Sudan dan Tunisia menyusul kekerasan anti-AS dalam protes di dua negara itu yang telah menewaskan enam orang.

Protes atas film hina Nabi yang dipublikasikan di YouTube itu pertama kali pecah pada Selasa (11/9) lalu di Mesir dan Libya, di mana massa yang bersenjata menyerang konsulat AS di Benghazi dalam serangan yang menewaskan duta besar AS dan tiga orang Amerika lainnya.

Demonstrasi kemudian menyebar ke negara-negara Muslim di seluruh dunia, dengan pengunjuk rasa menyerbu kompleks kedutaan AS luas di Tunis pada hari Jumat (14/9), sebelum polisi menembakkan peluru dan gas air mata untuk membubarkan mereka.

Departemen Luar Negeri AS menyarankan warga Amerika untuk tidak ke Tunisia setelah serangan, dan mendesak mereka yang tersisa di negara itu untuk "sangat berhati-hati" dan menghindari demonstrasi. [AM/Ar/bsb]

No comments

Powered by Blogger.