Header Ads

Aksi Bela Islam

Iran Palsukan Terjemahan Pidato Mursi di KTT GNB


Bahrain menuntut pemerintah Iran meminta maaf secara resmi karena telah memalsukan terjemahan pidato Presiden Mesir Muhammad Mursi di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Non-Blok. Bahrain merasa dirugikan karena nama negara itu disebut tiga kali dalam terjemahan yang pada pidato aslinya Mursi menyebut Suriah, bukan Bahrain.

Seperti dilansir AFP, Senin (3/9), Kementerian Luar Negeri Bahrain di Manama, mengirimkan “memorandum protes resmi” kepada charge d'affairs Iran atas kesalahan penerjemahan yang dilakukan oleh stasiun televisi resmi pemerintah Iran atas pidato Mursi di KTT Non-Blok di Teheran pada Kamis (30/8) lalu. Manama menuntut Teheran meminta maaf dan mengoreksi terjemahan itu.

Bahrain tidak menyebutkan nama-nama stasiun televisi Iran yang menyiarkan penerjemahan palsu itu. Namun seperti diungkap Aljazeera, Channel One menggunakan penerjemahnya sendiri yang mengganti kata Suriah dengan Bahrain.

Selain televisi, radio Iran juga menyiarkan terjemahan palsu sehingga dibanjiri kecaman dari berbagai pihak. Selain mengubah isi pidato Mursi, terjemahan pidato tersebut juga tidak lengkap. Isi pidato yang diubah terutama mengenai kecaman keras Mursi atas rezim Suriah.

Para pengkritik menuding, Iran sengaja mengubah terjemahan isi pidato Mursi untuk disesuaikan dengan propaganda mereka.

Televisi Iran juga dilaporkan mengubah kata-kata terkait Suriah dalam pidato Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon dan Presiden Majelis Umum PBB Nasser Abdul Aziz.

Sebelumnya, Kantor berita Iran Fars pernah merilis berita palsu mengenai Mursi, akhir Juni lalu. Media resmi Teheran itu memuat pernyataan Mursi bahwa ia akan menyeimbangkan hubungan antara Mesir dan Iran sehingga membuat tekanan yang kuat di Timur Tengah. Fars mengklaim Mursi mengatakan itu dalam wawancara dengan mereka. Namun, juru bicara Mursi, Yaser Ali, membantah berita itu dan berencana memperkarakan Fars melalui jalur hukum. [IK/Hdy/bsb]

No comments

Powered by Blogger.