Header Ads

Aksi Bela Islam

Kelompok Kiri Mesir Tuduh Mursi Lakukan Ikhwanisasi


Ratusan orang dari kelompok kiri berunjuk rasa melalui jalanan Kairo, Jum'at (31/8) lalu, menuntut Presiden Mursi menghentikan apa yang mereka sebut sebagai "ikhwanisasi" negara. Demonstran menuduh pemerintah Mursi disetir oleh Mursyid Am Ikhwanul Muslimin dan menempatkan orang-orang Ikhwan menguasai semua lembaga negara.

"Mursyid Am memerintahkan pemerintah dan administrasi untuk menyebarkan anggota Ikhwan dan pendukungnya, seperti kanker di semua lembaga utama negara," kata Sekretaris Jenderal Aliansi Partai Sosialis Populer (SPAP) Mesir, Ahmad Bahaaudin.

Para pengunjuk rasa juga menuduh Ikhwan memonopoli media pemerintah, gubernuran, kementerian, majelis konstituante yang bertanggung jawab untuk menyusun konstitusi dan dewan lokal. Mereka menyerukan Mursi agar independen dan menjadi presiden bagi seluruh rakyat Mesir.

"Mursi perlu membuktikan bahwa ia adalah presiden bagi seluruh rakyat bukan wakil Ikhwanul Muslimin," kata Doaa Zeyad, seorang demonstran.

Sementara itu, Ikhwanul Muslimin menolak tuduhan yang dilancarkan kelompok kiri. "Ini omong kosong dan tuduhan ini benar-benar tidak berdasar," kata Rashad Bayoumi, salah seorang wakil pemimpin Ikhwanul Muslimin, kepada Egypt Independent.

Akhir Juli lalu, Mursi juga dituduh mengambil kebijakan "ideologis" ketika ia mengangkat Hisham Qandil sebagai Perdana Menteri. Tuduhan itu dilontarkan gara-gara Qandil berjanggut. Padahal, Qandil adalah tokoh profesional yang tidak terikat dengan partai politik manapun. [AM/EM]

1 comment:

Powered by Blogger.