Header Ads

Pidato Mursi di Sidang Umum PBB jadi Pusat Perhatian


Pidato perdana presiden Mesir Muhammad Mursi di depan sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (27/9), menjadi pusat perhatian negara-negara Barat, lansir sebuah media nasional. Di panggung internasional itu, Mursi dengan lantang menyuarakan tiga isu utama dunia Islam saat ini.

Mursi mengingatkan PBB bahwa masalah pertama badan internasional adalah menyatakan hak-hak rakyat Palestina. Mursi menegaskan, seharusnya PBB malu Karena resolusi Dewan Keamanan lembaga itu tidak bisa ditegakkan di sana.

"Rakyat Palestina harus mendapatkan kembali martabat dan kebebasannya,” tegas Mursi.

“Resolusi DK PBB tidak ditegakan di sana. Hal ini sangat memalukan,” tambahnya.

Mursi juga mengecam terus dibangunnya pemukiman Israel di wilayah Palestina yang diklaim untuk negara masa depan di Tepi Barat.

Dalam masalah Suriah, Mursi menegaskan bahwa ia tidak akan beristirahat sampai perang sipil di Suriah berakhir. Presiden dari Ikhwanul Muslimin itu menyebut pertempuran di Suriah yang menewaskan sedikitnya 30 ribu orang sebagai sebuah 'tragedi zaman' dan 'tragedi yang harus diakhiri oleh semua orang'. Mursi mengajak semua negara untuk bergabung dalam upaya menghentikan pertumpahan darah yang telah terjadi selama 18 bulan sejak tokoh oposisi bangkit melawan rezim Presiden Bashar al Assad.

Ketiga, Mursi menyoroti film Innocence of Muslims. Dia mengecam film yang menghina Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam itu. Kebebasan berekspresi, menurut Mursi, tidak berarti bebas melakukan penghinaan terhadap agama apapun. Mursi juga mengutuk kekerasan yang melanda negara-negara Muslim beberapa pekan belakangan sebagai reaksi terhadap film itu [IK/Jrn/Okz/Inl]
Powered by Blogger.