Header Ads

Ratusan Biksu Myanmar Tuntut Muslim Rohingya Diusir


Ratusan Biksu Myanmar berunjuk rasa di Mandalay menentang keberadaan etnis Muslim Rohingya di negeri tersebut, Ahad (2/9). Para pemuka agama Budha itu mendukung rencana Presiden Myanmar, Thein Sein mengusir etnis muslim minoritas tersebut keluar dari Myanmar. Aksi serupa rencananya akan dilanjutkan hari ini dan besuk di kota terbesar kedua di Myanmar itu.

Demonstrasi yang cukup mengejutkan itu tercatat sebagai demonstrasi terbesar yang pernah terjadi di Myanmar setelah rezim junta militer runtuh. Kordinator aksi, Wirathu, menyatakan demonstrasi ini merupakan pernyataan tegas para biksu menolak keberadaan etnis Rohingya di Myanmar. Ia mengklaim, 5 ribu pemuka agama Budha lainnya siap bergabung dalam aksi tersebut.

Dalam aksinya, para biksu memajang spanduk bertuliskan 'Selamatkan tanah airmu Myanmar dengan mendukung Presiden'. Para demonstran juga mengecam utusan PBB Tomas Ojea Quintana yang dituding lebih membela Muslim Rohingya dalam penyelesaian konflik di Arakan.

"Biarkan dunia tahu Rohingya tidaklah termasuk dalam kelompok etnis Myanmar sama sekali," kata Wirathu kepada kantor berita AFP.

Aksi ratusan biksu itu semakin memperburuk upaya sentimen antiRohingya pascakerusuhan antaretnis di negara bagian Arakan, akhir Juni lalu. Aksi itu juga dinilai semakin menekan Muslim Rohingya yang kini tengah mendapat perhatian dari umat Islam dan dunia internasional.

Wirathu pernah dijebloskan ke penjara pada 2003 karena mengedarkan literatur antimuslim. Ia divonis 25 tahun penjara, namun segera dibebaskan Januari lalu setelah mendapat amnesti. [IK/Rpb/GJ/bsb]

Powered by Blogger.