Header Ads

Aksi Bela Islam

Setelah Masjid, Israel Bakar Gereja Katolik


Catatan perusakan dan penghinaan tempat ibadah yang dilakukan Zionis Israel benar-benar mencengangkan! Setelah membakar masjid di Yerusalem, para pemukim Israel membakar sebuah gereja Katolik di kota yang sama. Mereka juga mencoret-coret dinding-dinding sekitar gereja dengan grafiti bernada anti-Nasrani.

Selasa (4/9) lalu, sejumlah pemukim Israel tiba-tiba mendobrak pintu gereja Katolik (Trappist) di Latrun, Lembah Ayalon, Yerussalaem. Tak cukup mendobrak, mereka membakar pintu gereja itu dan menuliskan grafiti berisi penghinaan terhadap Yesus. "Yesus adalah monyet," bunyi salah satu coretan itu.

Pihak pemukim Zionis mengklaim serangan itu merupakan bentuk protes terhadap dibatasinya perluasan permukiman di wilayah Tepi Barat. Menurut mereka, serangan terhadap kaum Muslim dan Nasrani adalah pembalasan yang setimpal.

Sementara itu, akademisi Kristen Palestina Bernard Sabella menilai serangan itu dilakukan karena ekstrimis Yahuni tidak menginginkan Islam dan Kristen tinggal di Yerusalem. Pemerintah Palestina bulan lalu memperingatkan warga mereka berhati-hati terhadap serangan menjelang pengosongan Pemukiman Migron.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengutuk pembakaran gereja itu dan berjanji akan menggelar penyelidikan atas insiden tersebut. Namun, sejumlah kalangan menyangsikan janji Netanyahu. Pasalnya, berdasarkan pengalaman sebelumnya, tindakan anarkis dan rasis serupa tidak pernah sampai dibawa ke meja hijau.

Sebelumnya, sejumlah pemukim Israel juga merusak dan membakar sebuah masjid di desa Jaba' Al Quds Timur pada 19 Juni lalu. [IK/Rpb/Hdy/Tmp/bsb]

2 comments:

  1. link sumber beritanya mana nih Min? apa ini murni tulisan jurnalistik kru BeDa yg ke lapangan langsung?

    ReplyDelete
  2. ♏♏♏ªªªªñÑñ†††ªªªªªbbbbbbbb

    ReplyDelete

Powered by Blogger.