Header Ads

Aksi Bela Islam

5 Kejanggalan Penangkapan Luthfi Hasan Ishaq


Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Yon Mahmudi mengaku heran dengan aksi KPK menetapkan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq (LHI) sebagai tersangka.

"Tak ada angin tak ada hujan kok tiba-tiba petinggi PKS ditetapkan sebagai tersangka, hanya karena pengakuan sepihak yang tertangkap tangan," kata Yon Mahmudi dikutip dari Antara, Kamis (31/1).

Ia juga mempertanyakan apakah KPK tidak perlu konfirmasi atau konfrontasi untuk membuktikan kesaksian valid atau palsu.

"Apakah LHI sudah dipantau sejak lama, mungkin disadap komunikasinya dan diselidiki gerak-geriknya selama ini terkait kasus impor daging?," tambahnya.

Yon Mahmudi pernah menulis disertasi tentang PKS di Australian National University (ANU) sehingga setahu dia selama ini justru PKS mendukung gerakan antikorupsi.

"Tapi, sekarang justru sebagian pendukung KPK akan mencurigai sikap lembaga penegak hukum itu. Bahkan, masyarakat luas akan mendesak KPK untuk bertindak imparsial, agar semua tersangka dan calon tersangka diperlakukan sama," kata dosen FIB UI itu.

Misalnya, kata dia, dalam persidangan kasus Hambalang disebut dalam persidangan ada Ketua Umum partai berkuasa yang terlibat, mengapa hal itu tidak segera diusut.

Penyimpangan Pajak Istana
Yon juga mempertanyakan mengapa penangkapan itu dilakukan tepat setelah koran The Jakarta Post pada hari yang sama memuat laporan utama tentang penyimpangan pajak keluarga istana.

"Apa buat KPK itu bukan kasus penting, sementara tugas KPK harus menguji laporan kekayaan pejabat negara?," katanya.

Yon menilai KPK tanpa sadar terseret arus politik yang kuat, karena saat ini memang diketahui sebagai tahun politik.

Tiga Keanehan Lain

Sebelumnya, kader PKS Deni Saiful menganalisis tiga keanehan yang menunjukkan bahwa konstruksi dari penangkapan Luthfi kacau balau. Pertama, saat berita penangkapan muncul, supir menteri pertanian diisukan ikut ditangkap, ternyata tidak.

Kedua, anggota DPR yang ditangkap sempat diberitakan berasal dari komisi IV. Akan tetapi, ternyata yang ditangkap adalah LHI yang notabene berasal dari komisi I.

Dan ketiga, ia mempertanyakan tuduhan dari KPK bahwa Luthfi dan Menteri Pertanian Siswono mengatur impor daging sapi dengan adanya kasus tersebut. Padahal menurutnya, kuota impor daging diatur oleh deperindag. [JJ/Ant/Rpb/bsb]

33 comments:

  1. Orang awam pun akn cerdas menilai betapa mudah d bacany skenario murahan dr KPK utk mnjegal PKS.
    Apalagi pr pengamat!

    ReplyDelete
  2. lho bagus itu..kalo kpk bisa menangkap orang karena ada pengakuan sepihak orang yg ditangkap, besok ada pihak ketangkap ngaku suruhan SBY kan SBY juga ditangkap to?

    ReplyDelete
  3. kpk bukan tuhan yg tak pernah salah..

    ReplyDelete
  4. Biarlah proses hukum yang berbicara, gak ada yang salah dengan diperiksa justru disitu letaknya mencari kebenaran

    ReplyDelete
  5. Jangan terpengaruh kalimat Pemberitaan --- yang bersangkutan sedang diperiksa positip aja kalau memang benar dan lurus ya lurus saja

    ReplyDelete
  6. katanya sih ada penyebar sunnah, tapi ga nyunnah jg ..hehe

    ReplyDelete
  7. pks juga bukan tuhan yang tak pernah salah

    ReplyDelete
  8. Inilah politik yg menghalalkan segala cara,ya Robb lindungi kami dr fitnah dunia akhirat Amin

    ReplyDelete
  9. Mas2 kalo belum tau PKS,masuk dl jadi anggota PKS spy tahu bagaimana PKS berjuang utk masy.

    ReplyDelete
  10. respek dong dgn ilmu beliau.setiap anak adam itu tempatnya salah,sebaik baik yg bersalah itu yg bertaubat

    ReplyDelete
  11. PKS katanya partai dakwah tapi ustad2 yang bagus pada dipecatin aneh..
    Saya juga dulu kader jadi ga respect..

    ReplyDelete
  12. Yang diperiksa adalah Oknum (Manusia Juga)) bukan organisasi -- sabar ya

    ReplyDelete
  13. 2014 msh lama tp,kok jegal jegalane dr sekarang ya, meramaikan n mengalihkan

    ReplyDelete
  14. erkait dengan isu KPK nampaknya konstruksinya agak kacau balau. Yang bikin skenario kurang profesional. Pertama, Ketika berita penangkapan muncul isunya ikut ditangkap supir Mentan. Ternyata dibantah. Kedua, yang mau disuap adalah anggota komisi IV DPR dari PKS. Sekarang jadi LHI yg jelas2 Komisi I. Ketiga, jika kaitannya dengan daging impor, dan tudingannya diarahkan LHI bisa atur Mentan yg notabene kader PKS, jelas salah alamat. Psalnya Mentan tak lagi mengatur impor daging. Impor daging quotanya yang mengatur Deperindag. Apakah LHI bisa atur Menperindag yg notabene org SBY. Keempat, disebutkan upaya penyuapan. Ybs tidak menerima uang tersebut. Hanya disebutkan uang itu untuk LHI. Apakah adil orang yang berupaya mau disuap dijadikan tersangka? Padahal dia bisa jadi tdk tahu ada upaya itu. Dan apalagi tidak menerima uang tersebut. Wallahualam bishowab. Semoga Allah melindungi kt smua

    ReplyDelete
  15. Kader harap tetap tenang... http://politik.news.viva.co.id/news/read/386600-pernyataan-resmi-luthfi-hasan-ishaaq

    ReplyDelete
  16. Ngak usah berprasangka buruk biarlah berproses yang tidak salah pasti selamat contoh WH tidak terbukti pasti selamat percayalah pada ALLAH

    ReplyDelete
  17. Menuju PKS 3 Besar...rintangan semakin banyak,,, Allah menguji hamba-Nya sesuai dengan kadar keimanannya... Insya Allah Ust. Luthfi bisa melewati ujian ini...Tetap semangat untuk para pejuang dakwah,,, #yang mantan kader PKS,smg mendapat jalan lain yang diridhoi Allah,,meski Tanpamu PKS tetep JAYA, insya Allah akan dignti dengan kader-kader yang lebih militan#

    ReplyDelete
  18. kami yakin ini cuma fitnah. kebaikan psti pmnng.

    ReplyDelete
  19. Semoga kebenaran itu selalu di lindungi ALLAH SWT.

    ReplyDelete
  20. realitas dan hukum indonesia akan membuktikannya, jika tidak benar...sebaiknya KPK dibubarkan saja. Jika benar PKS yg harus dibubarkan.....setuju tak????

    ReplyDelete
  21. waduhh, massMedia dah tlnjur brta macem2
    Hayoo yg ngakuu kader,siap ga husnudhon dg qiyadah'y, shrus'y kader sdh mngenal profil para ustad'y, ingat lho Blio2 adl Da'i sblm amanah yg lain,ujian2 dlm politik spti ini jauh2 hr Blio2 dah paham& siap.
    Ayoo kritis analisis berita, trtma pd media yg cnderung dskreditkan islam

    ReplyDelete
  22. yg jekas KPK tentu telah mengantongi 2 alat bukti, (pengakuan seseorang bukan alat bukti) saya yakin nggak sembarangan KPK menetapkan sebagai tersangka.

    Masakah tiba2 (nggak ada angin dll) tentu dikembalikan pada barang Bukti. ikuti aja proses hukum. Pak Presiden masih manusia kan??? kesalahan bisa aja dilakukan, berobatlah>>>>>

    ReplyDelete
  23. huammmm ...ngantuk kalau org dgn jabatan tertentu banyak yg bella, ormas banyak yang bela, jadi RT aja lumayan dibela warganya . Trims Bersama Dakwah: lumayan rame yang penting Netral aja ya

    ReplyDelete
  24. inilah politik dagang sapi yang asli "rapat sambil nonton iiii pulang makan daging sapi" enak tenak

    ReplyDelete
  25. Apapun itu alasan,, tetap lah ia menjadi tersangka,, apalagi tersangka KPK,, ga pernah ada yg ga terbukti.
    Intinya,, jika ingin memperjuangkan Islam jangn lewat demokrasi,, karena bertentangan dengan Islam,, Nabi sebetulnya sudah mencontohkan ketika ia ditawari kekuasaan oleh orang2 kapir nemun Beliau menolak. Lalu pertanyaannya? kanapa tidak diterima saja,, toh saat berkuasa kita bisa menegakkan Islam,, namun itu alasan yg tidak tepat. Maka nabi tidak Melakukannya. Saat ini partai Islam menggunakan alasan itu untuk berpolitik,, padahal nabi tidk mencontohkan,

    ReplyDelete
  26. tujuan awal kita benar tapi caranya salah itulah partai politik Islam saat ini,, Ikwanulmuslimin sekalipun,, untuk membuat reperendum saja mereka mendapatakan penolakan,, apalagi ingin menerapkan Syariah

    ReplyDelete
  27. serahkan pada proses hukum, tak perlu ngeyel TIDAK BERSALAH, buktikan aja nanti pada persidangan.

    ReplyDelete
  28. Ga usa ngeyel dan suudzon yg malah bikin banyak dosa,....liat aja nanti sidang tipikornya bagaimana...kl tdk terbukti Ўªª bagus,tp kl terbukti jgn cari kambinghitam lain

    ReplyDelete

Powered by Blogger.