Header Ads

Aksi Bela Islam

Berhasil Dorong Murid Jadi Tentara Zionis, Guru Dapat Bonus


Di tengah menurunnya minat pemuda Zionis bergabung di militer, Pemerintah Zionis Yahudi menjanjikan bonus kepada para guru yang berhasil mendorong muridnya masuk ke dinas militer negara itu.

Dikutip Hidayatullah, Selasa (22/1), Xinhua melansir bahwa Kementerian Pendidikan Zionis mengkonfirmasi bahwa pihaknya memberikan hadiah kepada para guru berupa insentif positif, guna meningkatkan performa mereka di berbagai bidang seperti akademik, sosial dan juga persentase jumlah murid yang masuk militer usai mereka lulus dari sekolahnya.

Menurut surat Kementerian Pendidikan Zionis Yahudi, sekolah yang mampu mendorong 40 persen lulusannya masuk militer akan diberikan hadiah bonus untuk para gurunya. Namun, program dari Kementerian Pendidikan itu mendapat kritikan sebab diyakini akan mendorong pada indoktrinasi dan nasionalisme ekstrim.

Direktur Asosiasi Hak-Hak Sipil di Negara Zionis Sharaf Hassan mengatakan, program insentif semacam itu akan mengorbankan pendidikan umum, yang ditujukan untuk mendidik warga Israel tentang demokrasi dan kewarganegaraan.

Di Negara Zionis, setiap orang yang sudah berusia 18 tahun baik laki-laki maupun perempuan harus mengikuti wajib militer, meskipun ada beberapa pengecualian. Orang Yahudi di Israel biasanya menghindari kewajiban itu dengan cara mendaftarkan diri masuk sekolah agama. Sementara warga selain Yahudi punya pilihan untuk bergabung dengan dinas keamanan sipil dan bukannya militer.

Pekan lalu, Harian Zionis Maariv melaporkan, rekrutmen militer pada 2012 menurun tiga persen dari jumlah pemuda yang berminat bergabung di satuan penyerang. Penurunan paling banyak terjadi di bulan Nopember, di mana saat itu penjajah Yahudi membombardir Gaza selama delapan hari yang kemudian dibalas Hamas dengan serangan mengejutkan. Penurunan jumlah rekrutmen tentara Zionis tertsebut membuat sejumlah pejabat negara penjajah itu resah. [AM/Hdy/bsb]

No comments

Powered by Blogger.