Header Ads

Aksi Bela Islam

Gara-gara Berjilbab, Menteri Maroko ini Dibully


Menteri Solidaritas, Wanita, Keluarga dan Pembangunan Sosial Maroko Bassima Hakkaoui menjadi target bulan-bulanan media setempat. Sejak menjabat pada 3 Januari 2012 lalu, sejumlah media terkesan berupaya menjatuhkan satu-satunya Menteri berjilbab di jajaran kabinet Maroko itu. Bahkan, ada media yang memuat berita palsu tentang politisi dari Partai Keadilan dan Pembangunan itu.

Diantara kabar palsu yang dilontarkan media menyebutkan bahwa suami Bassima memiliki istri kedua. Nama Hakkaoui juga kerap dicatut membuat pernyataan yang sebenarnya tidak pernah ia katakan.

“Media sudah menyerang saya sejak penunjukan saya (sebagai menteri) dengan memberitakan pernyataan yang tidak saya katakan,” kata Bassima Hakkaoui kepada koran mingguan Maroko Tel Quel seperti dikutip Hidayatullah.com, Ahad (20/1).

“Hal itu dikarenakan saya satu-satunya perempuan yang mengenakan hijab di parlemen … menurut saya hal itu telah mengagitasi sebagian orang yang ingin merusak kredibilitas saya,” ungkap Hakkaoui.

“Saya merasa bahwa saya lebih mengundang perhatian, dibanding para menteri lain, karena saya satu-satunya menteri wanita,” tambah Hakkaoui.

Dalam program kerjanya, Menteri berusia 52 tahun itu berjanji akan mengubah pasal 475 Undang-Undang Hukum Pidana yang menyebutkan bahwa pelaku pemerkosaan boleh menikahi korbannya agar terlepas dari tuntutan hukum.

Tahun lalu, sebuah pengadilan di Maroko memperbolehkan pelaku pemerkosa menikahi korban kejahatannya Amina Filali yang masih berusia 16 tahun, dengan alasan untuk “menyelamatkan martabat keluarga” gadis remaja itu. Akibat putusan itu tragis, Filali kemudian melakukan bunuh diri. Kasus itu menyulut kemarahan rakyat yang menuntut agar undang-undang pidana itu diubah.

“Pelaku pemerkosaan tempatanya hanyalah di penjara,” kata Hakkaoui.

Partai Keadilan dan Pembangunan, di mana Hakkaoui berafiliasi, merupakan partai Islam yang memenangi pemilu Maroko 2011 lalu. [IK/Hdy]

3 comments:

  1. Ikut prihatin atas diskriminasi yang dialami Bassima Hakkaoui, bukannya maroko itu mayoritas muslim bukan?

    ReplyDelete
  2. salut buat Bu menteri
    mantaPPP

    ReplyDelete
  3. Wah... media ternyata sama ya... suka menyebar hadist ifki untuk agenda mereka.... weehh...

    ReplyDelete

Powered by Blogger.