Header Ads

Aksi Bela Islam

Hadits Arba’in 7: Agama adalah Nasihat


Hadits dan terjemahan

عَنْ أَبِي رُقَيّة تَمِيمٍ بنْ أَوس الدَّارِيِّ، أن النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” الدِّينُ النَّصِيحَةُ “. قُلنا: لِمَنْ ؟ قَالَ: ” لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ.
Dari Abi Ruqayyah, Tamim bin Aus ad Daariy, ra. Bahwasanya Nabi Muhammad SAW berkata : Agama adalah nasihat, kami bertanya : “Bagi siapa?” Rasulullah menjawab : bagi Allah, bagi kitabNya, bagi Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum Muslimin dan kaum muslimin pada umumnya” (HR Muslim)

Penjelasan Riwayat
Dalam Shahih Bukhari dari Jarir bin Abdullah dengan redaksi berbeda, Kitab al Iman, Bab Agama Nasihat untuk Allah, untuk RasulNya, untuk pemimpinnya dan pada umumnya umat Islam. Hadits no 57 dan 58.
Dalam Shahih Muslim, kitab al iman, bab bahwa agama adalah nasihat, hadits no 95
Dalam Musnad Imam Ahmad terdapat pada musnad Ibnu Abbas, musnad Abi Hurairah, dan Musnad Tamim ad Daariy
Dalam Sunan Abi Dawud dari Tamim ad Daary, Kitab al Adab, bab tentang Nasihat, hadits no 4944
Dalam Sunan Tirmidzy dari Abi Hurairah, Kumpulan Bab Berbakti dan Hubungan sesama manusia, bab tentang Nasihat, hadits no 1926
Dalam Sunan an Nasai dari Tamim ad Daariy, Kitab Ba’iat, bab nasihat bagi pemimpin, hadits no 4197 dan 4198 dan Abu Hurairah Kitab Ba’iat, bab nasihat bagi pemimpin, hadits no 4199

Tarjamah Rawi
Tamim bin Aus Sang Rahib pendongeng
Tamim bin Aus, keturunan Saba dari garis Lakhm, dan bani ad Daar adalah satu suku klan utama Lakhm, menghuni Syam, terutama Palestina yaitu sekitar Baitul Maqdis. Datang ke Medinah bersama 10 orang dari bani ad Daar pada tahun 9 Hijriyah dan berislam.

Tamim menjadi tokoh asbaabun Nuzul sebelum ia masuk islam. Ia adalah seorang Nashrani pedagang parfum yang dikenal masyarakat Mekkah, bahkan Tamim ad Daariy pernah melamar Asma putri abu Bakr.

Ayat yang terkait Tamim adalah surat al Maidah ayat 106-108. Suatu ketika Tamim bersama ‘Adiy bin Bada melakukan perjalanan dagang bersama seorang pekerja Bani Sahm bernama Budail bin Abi Maryam. Budail membawa harta Bani Sahm dalam jumlah banyak. Bani Sahm ini adalah klan nya ‘Amr bin al ‘Ash.

Budail wafat dan menitipkan harta Bani Sahm pada Tamin dan Adiy. Ternyata tidak semua amanah Budail disampaikan Tamim dan Adiy, mereka menjual kepingan emas seharga 1000 Dinar, kemudian dibagi dua.

Bani Sahm mengenali kepingan emas yang ditemukan di Mekkah. Pemilik baru menyatakan ia membeli dari Tamim dan Adiy. Saat terjadi konfirmasi Tamim dan Adiy berbohong. Kebohongan yang dibongkar langit. Setelah masuk Islam tamim bertaubat dan mengembalikan hak Bani Sahm. Adapun Adiy, apa yang menjadi bagian haramnya disita negara yang kemudian dikempalikan pada Bani Sahm.

Tamim memiliki kunyah Abu Ruqayyah, ayahnya Ruqayyah.
Tamim memiliki kecerdasan luar biasa dalam waktu singkat menghafal al Qur’an dan termasuk sahabat yang di berikan lisensi atas bacaan qur’annya sebagaimana kesaksian atas Ubay bin Ka’ab dan Utsman Bin Affan. Bacaan regulernya adalah mengkhatamkan al Qur’an setiap 7 hari, dan sering berlama-lama berdiri shalat satu Raka’at hingga khatam.

Ada satu sudut di Mesjidil haram yang rutin dipakai Tamim untuk tahajud mulai malam hingga fajr, kadang dalam shalat mengulang-ngulang suatu ayat hingga menangis tak henti-henti, yaitu :

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَوَاءً مَحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ
“Apakah orang-orang yang berbuat jahat mengira bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, Yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu.” (QS. Al Jaatsiyah : 21)

Suatu ketika Tamim tertinggal tidak bertahajud maka menghukum diri atas kesalahan itu dengan tidak tidur selama setahun.

Tamim pernah membeli sarung seharga 1000 Dirham (ekivalen dengan Rp 22juta per bulan April 2012), dan senantiasa memakai sarung tersebut untuk shalat.
Tamim memiliki keajaiban yaitu dapat memadamkan api dengan tiupan dari mulutnya yang sangat dahsyat, hingga suatu ketika saat ada kebakaran Umar Bin Khattab memanggilnya untuk memadamkan api.

Saat melihat umat Islam lalai dari al Qur’an, terjadi di pertengahan zaman Umar Bin Khattab, Tamim mengusulkan suatu ide agar diizinkan menjadi pendongeng, mengisahkan cerita-cerita kebaikan kepada manusia. Bertahun-tahun Umar tidak mengizinkannya, namun ketika kondisi bertambah parah, akhirnya Umar mengizinkan untuk diselenggarakan pagelaran dongeng yaitu satu kali seminggu sebelum shalat jum’at. Dedikasinya menjadi pagelaran cerita sebagai sesuatu yang mengingatkan pada al Qur’an dibuktikan dengan selalu menceritakan kisah-kisah yang tertaut pada al Qur’an, memerintahkan manusia berbuat kebajikan dan melarang mereka dari kejahatan.
Keberhasilan tamim berlanjut hingga zaman Utsman, bahkan Utsman menambah waktu pagelaran tidak hanya dihari jum’at.

Tamim juga adalah sahabat yang pertama mengenalkan sistem pencahayaan Mesjid.
Tamim meriwayatkan 18 Hadits, dan terdapat 1 hadits dalam shahih muslim.
Tamim, wafat pada tahun 40 Hijriyah.

Penjelasan Hadits
Dari Abi Ruqayyah, Tamim bin Aus ad Daariy, ra. Bahwasanya Nabi Muhammad SAW berkata : Agama adalah nasihat, kami bertanya : “Bagi siapa?” Rasulullah menjawab : bagi Allah, bagi kitabNya, bagi Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum Muslimin dan kaum muslimin pada umumnya” (HR Muslim)

- Agama adalah nasihat,
Dalam kitab shahih Muslim dengan syarh Imam Nawawi, beliau menyebutkan bahwa nasihat adalah ;
1. Menghadirkan keberuntungan bagi orang yang dinasihati
2. Nasihat, dalam bahasa arab dari kata Nashaha, yang bisa berarti menjahit. Seseorang yang menasihati adalah bagaikan penjahit yang membuat kain yang tidak indah tidak bisa dipakai pakaian menjadi indah dan layak untuk dipakai
3. Kata-kata Nashaha bisa berarti pula memurnikan madu dari lilin, seseorang yang memberikan nasihat adalah bagai peternak lebah yang mahir dalam memurnikan madu dari lilin dari segala campuran.
Agama adalah nasihat maksudnya dasar kokoh dalam beragama adalah saling memberikat nasihat.

- Bagi Allah. Nasihat Bagi Allah maksudnya adalah :
1. Seruan untuk beriman kepada Allah, tidak menyekutukanNya, tidak menentang akan seluruh sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesaran dan keagunganNya, dan menyeru agar senantiasa berkeyakinan bahwa Allah suci dan terbebas dari segala macam sifat kurang.
2. Seruan untuk ta’at kepada Allah dan menjauhi maksiat
3. Menyeru agar landasan cinta dan benci adalah Allah
4. Menjadikan orang yang ta’at kepada Allah sebagai pemimpin dan memusuhi mereka yang ingkar kepada Allah
5. Mengakui segala kenikmatan dari Allah, bersyukur padaNya, dan memurnikan keta’atan pada Allah disegala ranah kehidupan

- Bagi KitabNya. Nasihat bagi Kitab Allah maksudnya adalah
1. Beriman bahwa kitab Allah adalah perkataan Allah yang diturunkan, memiliki sifat yang sama sekali berbeda dengan perkataan manusia dan tiada tandingannya
2. Mengagungkan kitab Allah
3. Membaca kitab Allah dengan sungguh-sungguh, yaitu membaguskan bacaan dan khusyu’ dalam membaca
4. Membenarkan segala apa yang ada pada kitab
5. Melaksanakan apa-apa yang ada dalam kitab Allah
6. Mengambil ibrah dari peringatan-peringatan di dalamnya
7. Tafakkur pada keajaiban-keajaibannya
8. Menyeru manusia kepada kitab Allah

- Bagi Rasul-Nya, Maksud Nasihat bagi Rasul Allah adalah “
1. Beriman pada konsep kenabian
2. Ta’at pada Rasulullah
3. Menolong Rasulullah
4. Memusuhi yang dimusuhi Rasulullah
5. Menghormatinya,
6. menghidupkan sunnahnya
7. berakhlaq dengan akjlaq Rasulullah
8. Menolak seluruh tuduhan negatif pada Rasulullah

- Nasihat bagi pemimpin, Maksudnya adalah :
1. Menolong pemimpin menunaikan amanah dengan keta’atan
2. Mengingatkan jika salah
3. Menyeru manusia agar ta’at kepada pemimpin
4. Jihad bersamanya
5. Mengeluarkan sedekah padanya
6. Berprasangka baik pada pemimpin

- Nasihat bagi manusia, yaitu :
1. Menunjukkan pada manusia jalan maslahat dunia dan akhirat
2. Mengajarkan apa-apa yang tidak diketahui manusia
3. Senantiasa menolong manusia
4. Menutupi aib-aibnya
5. Mencegah datangnya marabahaya
6. Senang memberikan manfa’at baginya
7. Beramar ma’ruf dan nahyi mungkar
8. Bersikap lembut
9. Menyalakan obsesi kepada keta’atan

Maraji’
1. Al ar ba’in an nawawiyah
2. Shahih Muslim dengan syarah Nawawi
3. Siyar ‘alaam Nubalaa


Penulis : Tutik Hasanah
Pendidik di Ma’had al Imarat Bandung
Mengemban amanah di PTB dan aktif menulis

No comments

Powered by Blogger.