Header Ads

Aksi Bela Islam

HT Kobarkan Jihad untuk Hentikan Pemerkosaan di Suriah


Hizbut Tahrir merilis seruan untuk berjihad di Suriah guna menghentikan kejahatan Bashar Al-Assad, terutama pemerkosaan rezim itu kepada para muslimah. Mengawali press release-nya, Anggota Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir Dr. Nazreen Nawaz mengutip data International Rescue Committee bahwa pemerkosaan oleh rezim Syiah itu menjadi alasan utama keluarga-keluarga Suriah melarikan diri ke negara tetangga.

Hizbut Tahrir mengingatkan bahwa muslimah-muslimah yang diperkosa adalah ibu dan saudari umat Islam, demikian pula korban yang tewas dan luka.

"Mereka yang tewas dan menjadi yatim adalah anak-anak Anda, mereka yang menderita akibat kesedihan pahit akan hilangnya anak-anak mereka adalah ayah-ayah Anda, mereka yang menjadi janda, kehilangan anak-anak mereka dan diperkosa adalah ibu-ibu dan saudari Anda," tulis Nazreen Nawaz.

Diantara dukungan dan pembelaan kepada Suriah, adalah dengan turut berjihad melawan kejahatan Bashar Al-Assad.

"Mendukung mereka adalah dengan menarik anak-anak Anda dalam militer yang ditempatkan di barak-barak mereka, memobilisasi resolusi mereka, dan mengumpulkan kekuatan mereka untuk bangkit untuk mendukung saudara-saudara mereka di As-Syam" bunyi press release itu.

Di bagian akhir press release itu, Hizbut Tahrir mengingatkan umat Islam bagaimana khilafah Islamiyah menyikapi pelecehan terhadap muslimah.

"Al Mutasim menanggapi dengan mengerahkan pasukan yang kuat untuk mendukung seorang wanita yang ditampar di wajahnya. Apakah Anda tidak marah dengan ribuan ibu yang kehilangan anak-anak mereka? Apakah Anda tidak marah dengan ribuan gadis yang menjadi yatim piatu? Apakah Anda tidak tergerak dengan ribuan perempuan yang menjadi janda? Tidakkah darah Anda mendidih dalam kemarahan karena saudari-saudari Anda yang diperkosa dan kehilangan hal yang paling berharga bagi diri mereka? Jika hal ini mengobarkan dalam diri Anda keberanian Al Mutasim, kapan itu akan terjadi! Rasulullah SAW bersabda,

مَا مِنِ امْرِئٍ يَخْذُلُ مُسْلِمًا فِي مَوْطِنٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ إِلا خَذَلَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ، وَمَا مِنْ أَحَدٍ يَنْصُرُ مُسْلِمًا فِي مَوْطِنٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلا نَصَرَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَه
Tidaklah seseorang yang membiarkan seorang Muslim di tempat dimana kehormatannya dilanggar dan dilecehkan, kecuali Allah akan membiarkannya di tempat yang ia menginginkan pertolongan-Nya di sana. Tidaklah seseorang menolong seorang Muslim di tempat yang kehormatannya dilanggar kecuali Allah akan menolongnya di tempat yang menginginkan ditolong oleh-Nya (HR Abu Daud dan Ahmad)." [IK/EM]

No comments

Powered by Blogger.