Header Ads

Aksi Bela Islam

Pro Kekerasan, Warga AS Borong Senjata Api


Meski sebagian kalangan mendesak larangan penjualan senjata pembunuh usai kasus penembakan terhadap sejumlah bocah di sekolah dasar, angka penjualan pada pameran senjata di negara paman Sam itu menunjukkan masih banyak warga Amerika Serikat (AS) yang pro kekerasan.

Surat kabar Inggris The Sun melaporkan, ratusan warga AS pro-senjata api menyerbu sebuah pameran senjata dan memborong senjata-senjata itu, baru-baru ini. Brownells, salah satu perusahaan peserta pameran di Dallas, Virginia itu mengungkapkan, volume penjualan magazine-magazine untuk senjata AR-15 buatannya dalam tiga hari sama dengan volume penjualan selama tiga tahun. AR-15 adalah senjata yang digunakan pelaku penembakan murid-murid SD di Sandy Hook.

Sejumlah penjual senjata di pameran itu juga membeberkan, dalam waktu beberapa jam seluruh persediaan barang untuk akhir pekan ludes terjual, dan senjata-senjata semi otomatik serta magazine isi 30 peluru sangat diminati pembeli.

Sebenarnya, harga senjata yang dijual di pameran Virginia itu naik dua kali lipat. Namun, kenaikan harga itu tidak menghalangi pengunjung untuk memborong senjata. Penjual senjata mencatat, banyaknya pembeli pada pameran senjata itu mencetak rekor penjualan.

Sejumlah pengunjung pameran juga menandatangani spanduk bertema "Kami tidak ingin kontrol senjata lagi", bertolak belakang dengan demo sekelompok warga anti-senjata api di depan lokasi digelarnya pameran senjata itu. [AM/Rpb/bsb]

1 comment:

  1. wah bukannya nanti klo dah banyak sekali senjata dimana2 malah membuat suasana disana bakalan kurang nyaman ya?
    yg ada malah saling curiga

    ReplyDelete

Powered by Blogger.