Header Ads

Aksi Bela Islam

Sebut Pemerkosa dan Korban Menikmati, 3 Fraksi Tolak Daming


Fraksi PKS, PAN dan Demokrat menyatakan tidak akan memilih calon hakim agung Muhammad Daming Sanusi. Penolakan itu menyusul candaan Daming saat menjalani fit and proper test seleksi calon hakim agung di Komisi III DPR, Senin (14/1) lalu. Ketika ditanya pendapatnya mengenai hukuman mati bagi pelaku pemerkosaan, Daming menyebut perlu pikir-pikir dulu karena pelaku dan korban pemerkosaan sama-sama menikmati.

"Saya cenderung untuk memilih hakim calon hakim yang clear terhadap persoalan korupsi, termasuk standing moral yang jelas, termasuk dalam hal ini pencegahan pemerkosaan dan narkoba. Saya pertimbangkan dengan kuat untuk tidak memilih Daming," kata Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edi.

Senada dengan FPAN, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Saan Mustopa juga menyatakan partainya akan mempertimbangkan Daming untuk tidak dipilih.

"Kami akan bicarakan semua hasil fit and proper test di rapat pimpinan fraksi dan akan disampaikan kalau dia kurang layak untuk dipilih," ujar Saan, Selasa (15/1).

Sikap Fraksi PKS bahkan lebih keras dengan meminta agar Daming dilaporkan dan diberikan sanksi oleh Mahkamah Agung (MA). Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid juga menginstruksikan agar kadernya tidak memilih Daming.

"Tidak dipilih sebagai hakim agung dan harus dilaporkan ke MA karena dia melakukan tindakan tidak pantas, apalagi dalam fit and proper test, apalagi di tengah masalah yang dihadapi oleh MA. Harus dicoret dari hakim dan dilaporkan serta menghukum dia dengan tidak memilih," tegas Hidayat.

Ketika menjalani fot and proper test, Senin (14/1) lalu, Daming ditanya oleh anggota Komisi III mengenai hukuman mati bagi pelaku pemerkosaan.

"Yang diperkosa dengan yang memerkosa ini sama-sama menikmati. Jadi, harus pikir-pikir terhadap hukuman mati," jawab Daming, yang selepas fit and propertest mengatakan jawaban itu untuk mencairkan suasana. [JJ/Kmp/bsb]

1 comment:

Powered by Blogger.