Header Ads

Aksi Bela Islam

Pengamat Politik Curiga Kasus LHI untuk Redam Pajak Keluarga SBY


Pengamat politik Tjipta Lesmana mencurigai kasus suap daging sapi Impor yang menyeret Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), adalah upaya meredam isu manipulasi surat pemberitahuan wajib pajak milik keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang dimuat harian Jakarta Post edisi Rabu (30/1).

Seperti dilansir Metrotvnews.com, Ahad (23/2) malam, Tjipta mengatakan bahwa kasus dugaan manipulasi SPT wajib pajak milik keluarga SBY bukan kasus sepele, yang dapat dibiarkan bagai angin lalu. Menurut pengamat politik Indonesia yang juga berprofesi sebagai dosen dan kolumnis itu, pihak Istana perlu segera mengklarifikasi dugaan manipulasi penulisan SPT wajib pajak milik SBY dan dua putranya, Agus Harimurti serta Edhie Baskoro (Ibas).

Sementara Direktorat Jenderal Pajak, menurut Tjipta, perlu menelusuri dugaan penggelapan pajak ini.

Penulis buku " Dari Soekarno Hingga SBY" itu menambahkan, semakin dibiarkan publik akan meyakini keluarga istana melakukan penyimpangan SPT wajib pajak, dan berimbas pada penurunan citra istana sekaligus Partai Demokrat di mata publik.
Seperti diketahui, Rabu (30/1), Jakarta Post memuat hasil investigasi Hand David mengenai dugaan manipulasi pajak keluarga SBY. Harian nasional berbahasa Inggris itu menyebutkan, dalam dokumen Surat Pemberitahuan (SPT) SBY dan kedua anaknya yang berhasil didapatkan, tidak menyebutkan detail sejumlah penghasilan mereka yang didapatkan sepanjang tahun 2011. [JJ/Mtv/bsb]

14 comments:

  1. Selalu ada Potensi Konspirasi di elite politik

    Memang menjadi sangat ironis media massa jadi kontrol info ke kita

    Trus kalau media massa ada yang pro ??

    ReplyDelete
  2. Hukum di negara ini sudah tidak adil !!! Hukum Allah yang adil...

    ReplyDelete
  3. alhamdulillah saya bkn pejabat jd bebas dr hal2 gituan hehe..

    ReplyDelete
  4. ayoo di blow up gantian nih berita.
    biarkan smua org tahu, siapa maling yg sbnrnya

    ReplyDelete
  5. Setiap peristiwa saling tali temali..

    ReplyDelete
  6. Duh... jangan balas fitnah dengan fitnah, baiknya selesaikan semua dijalur hukum

    ReplyDelete
  7. Bisa jadi LHI salah. Bs jadi LHI tdk salah kayak Misbakhun dulu. Tp kejanggalannya banyak, hubungan dg peristiwa lain mencurigakan. Ane setuju analisa Tijpa gan

    ReplyDelete
  8. leres niku pak.hadza sohih.that's right

    ReplyDelete
  9. ikhwan tak sempurna : yg paling gampang jd manusia ya sperti km itu.g berani menghadapi tantangan dan main aman.klo semua org sperti km ya hancur negeri ini.ciri mukmin itu selalu berbuat yg benar tanpa takut akan cacian

    ReplyDelete
  10. Hayyyaaah..
    Maling teriak maling duluaaan. Beeeuh..

    ReplyDelete
  11. jgn banyak cerita seret Sby ke pengadilan,jgn takut SBy hanya manusia ,usut tuntas kasus ini

    ReplyDelete
  12. itulah konspirasi yg dimaksud Anis Matta, mungkin.
    Saya percaya orang benar selalu diperangi orang salah, maka, tidak ada salahnya melawan perjuangan orang yg salah.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.