Header Ads

Aksi Bela Islam

Tawanan Palestina Syahid di Penjara, Zionis Takut Intifadah Meletus


Gugurnya tawanan Palestina Arafat Jaradat di penjara Zionis Magedo, Sabtu (23/2) lalu, bukan hanya menjadi bukti kekejaman Zionis Israel dalam memperlakukan tawanan. Gugurnya Arafat juga membuat Entitas penjajah Yahudi takut gelombang intifadah akan meletus di Tepi Barat.

Otoritas Zionis, mengumumkan kesiagaan di Tepi Barat, Ahad (24/2), untuk mengantisipasi konfrontasi pasca gugurnya Arafat di penjara Zionis Magedo saat menjalani interogasi.

Seperti dilansir InfoPalestina, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Zionis Beny Gants telah mengeluarkan instruksi kepada para komandan militer di wilayah Tepi Barat untuk melakukan semua persiapan darurat mengantisipasi berlanjutnya demonstrasi dan protes. Juga mengantisipasi meletusnya intifadhah baru di Tepi Barat.

Sebelumnya, Radio pemerintah Zionis menyebutkan bahwa tawanan Palestina berusia 30 tahun itu meninggal karena terserang jantung dalam penjara. Namun, laporan hasil otopsi dokter yang dilakukan pada Ahad (24/2), membuktikan Arafat meninggal akibat mengalami penyiksaan keras dan bukan karena serangan jantung. Otopsi juga membuktikan bahwa semua luka terjadi selama penahanan dan interogasi.

Arafat bukanlah orang pertama yang gugur syahid di penjara Zionis. Puluhan tawanan Palestina lainnya telah gugur syahid akibat pembiaran medis dan penyiksaan. Pada 2010 lalu, tercatat Muhammad Abidin dan Raid Abu Hammad gugur syahid di penjara Zionis. [IK/IP]

1 comment:

  1. Appreciation tο my father who ѕtateԁ to me on
    thе tοpiс of this web ѕite,
    this ωebpage is genuinely аωesome.

    Also vіѕіt my ωeb site - V2 cigs

    ReplyDelete

Powered by Blogger.