Header Ads

Aksi Bela Islam

Tempo Sering Serang PKS untuk Mengerem Kerugiannya?


Tempo agaknya sangat suka memberitakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), akhir-akhir ini. Selama Februari 2013, tiga dari empat edisi majalah Tempo mengambil isu PKS sebagai headline.

Pada edisi 3 Februari 2013, cover majalah Tempo berjudul “Suap Sapi Berjanggut” lengkap dengan gambar sapi berlogo PKS sedang memakan uang. Pada edisi 10 Februari 2013, cover majalah itu bergambar LHI dan Anis Matta yang sedang memasak daging. Tertulis judul besar di cover “Hangus!”, dengan headline “Partai Putih di Pusaran Kasus Hitam.”

Sedangkan pada edisi 24 Februari 2013, bertepatan dengan Pilgub Jabar, majalah tempo memajang gambar Aher membawa buku tabungan di cover depan, dengan judul “Runyam Aher Bank Dibobol.”

Tempo online (tempo.co) agaknya juga tidak kalah “bernafsu” untuk “menyerang” PKS. Itu terlihat dari tindakan “gegabah” merilis berita hasil Pilgub Jabar yang bisa dikesankan menggiring opini bahwa pasangan Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar kalah.

“Hasil Real Count KPU, Rieke-Teten Unggul 47 Persen” demikian judul awal di laman http://www.tempo.co/read/news/2013/02/24/078463394. Meskipun isinya adalah perkembangan perhitungan manual KPUD Jabar, prosentase yang ditulis salah fatal. “Peringkat pertama ditempati Rieke-Teten 3.172 (47 persen). Disusul Aher-Deddy Mizwar 3.069 (45,5 persen). Dede-Laksamana 2.094 (31 persen). Yance-Tatang 1.890 (28 persen). Dikdik-Toyib 211 (3.1 persen),” tulis Tempo.co, Ahad (24/2). Jika dijumlahkan, total prosentase suara melebihi 100 persen, yakni 154,6 persen. Setelah diprotes, judul berita itu pun diganti menjadi “Hasil Sementara KPU, Rieke-Teten Unggul.”
screenshot Tempo
(http://pics.lockerz.com/s/284938953)

Tempo Terus Merugi?
Menurut Konsultan Manajemen Media dan Mahasiswa S3 Ilmu Komunikasi, Muhammad Rahmad, Tempo sedang mengalami kerugian hingga puluhan milyar rupiah.

“Pada laporan keuangan PT. Tempo Inti Media Tbk yang dipublikasikan EMIS (Emerging Markets Information Service) menyebutkan perusahaan mengalami kerugian. Pada bisnis kuartal 1 (Jan-Mar 2012), PT. Tempo Inti Media Tbk mengalami kerugian bersih Rp. 1,4 Milyar. Secara kumulatif pada kuartal 2 (Jan-Juni 2012), total kerugian bersih PT. Tempo Inti Media Tbk menjadi Rp. 8,5 Milyar. EMIS belum mempublikasikan data keseluruhan PT. Tempo Inti Media Tbk untuk tahun 2012” tulis Pemerhati perkembangan sosial dan politik itu di kompasiana.

“Jika melihat trend kerugian bersih yang dialami perusahaan Tempo yang terus meningkat dari Kuartal 1 ke 2, perkiraan saya, selama tahun 2012, perusahaan ini mengalami kerugian bersih lebih besar lagi. Apalagi ketika saya amati saat saya berada ditoko buku selama 2 jam lebih, tidak ada seorangpun yang berminat membeli majalah Tempo Edisi terakhir,” tambahnya.

Serang PKS?
Mengomentari tulisan Muhammad Rahmad, sejumlah kompasianer menghubungkan kerugian Tempo dengan pemberitaan media itu terkait PKS.

“hmm ogut jadi ngerti kenape tempo selalu jadikan PKS sbg dagangan. hanya utk dongkrak oplah. maklum kalo PKS jadi berita banyak yg nyari” tulis salah seorang kompasianer.

“Setuju dengan pendapat Wong Ndeso. Tempo itu suka nyerang umat Islam, termasuk menyudutkan PKS. Headlinenya provokatif, namun tak jarang yang tidak valid. Akhirnya menuai protes dan bantahan. Mungkin tempo sengaja berbuat seperti itu agar laku. Tapi ya itu, pertama orang baca, habis itu muak” timpal kompasianer lainnya, cicidaini. [JJ/Tmp/Kmp]

41 comments:

  1. tempo tempo salah.. tempo tempo teu bener.. nya kitu lah..

    ReplyDelete
  2. duh.. admin.. please, ingat surah an-Nashr ayat 3: "Fasabbih bihamdi Rabbika wastaghfir, innahu kaana tawwaabaa" banyak istighfar saja meskipun meraih kemenangan.. bukan menyebar kebencian dan kebanggaan... istighfar..Tidakkah admin "Bersama Dakwah" menjadikan Al-Qur'an sebagai pegangan dalam menyebarkan "dakwah"? surah An-Nashr jelas-jelas memerintahkan ummat Islam untuk beristighfar memohon ampunan justru pada saat menerima kemenangan... yuk istighfar saja.. tak perlu itu mengorek2 aib dan menyebar cela..

    ReplyDelete
  3. Intinya jangan percaya berita dari TEMPO

    ReplyDelete
  4. Ane kira tempo perlu dikritik pedas biar gak ngawur pemberitaannya :)

    ReplyDelete
  5. Sebaiknya Petinggi PKS mengadukannya ke dewan pers, agar Tempo mendapatkan pelajaran.

    ReplyDelete
  6. Kalo kata temen saya itu resiko berpolitik kalo nggak nyerang ya diserang... itu kata temen saya looh..

    ReplyDelete
  7. Maksud Arif Ihsan Harahap aya ya???

    ORA NGERTI PISSSSSSSSSSAAANNNN

    Wong Jelas2 kelakuan TEMPe kayak gtooo..

    ReplyDelete
  8. Tidak akan ada asap jika tak ada api, jika PKS tdk bermanufer Insyaallah juga tdk akan ada berita. Sebagai News Maker selayaknya tdk berprasangka jelek pada Tempo atau koran lainnya.... andaipun itu berita bagus akankah menganggap itu tdk wajar? Legowo...Diterima saja dan berikan hak jawab secara wajar jangan menganggap musuh kpd pihak lain membongkar aib...

    ReplyDelete
  9. jangan alergi sama kririkan lahhh........ Ingat bro PKS itu tidak bersih.... jangan sok banget....

    ReplyDelete
  10. fakta membuktikan begitu lah ulah tempo gan @awang @arip ihsan .....

    ReplyDelete
  11. ALHAMDULILLAH INILAH BALASAN BUAT GUNAWAN MUHAMAD YG ANTI TUHAN

    ReplyDelete
  12. tujuan jurnalisme adalah kepentingan publik bung, Tidak akan ada asap jika tak ada api.

    ReplyDelete
  13. alah....tujuan jurnalis idealismenya kepentingan publik...tapi dibelakangnya PEMBODOHAN dan Penipuan jadinya....

    ReplyDelete
  14. wang itumah bukan kritikan atuh, coba baca yg cermat!!!!!!!!!!! bro!!!!!!!

    ReplyDelete
  15. PKS adalah Partai Politik. bukan ISLAM! Orang-orang PKS korupsi, ya diberitakan. Tempo memberitakan untuk kepentingan publik. Uang yang dikorupsi kan milik rakyat. Kalaupun orang2 PKS bukan ISlam, Tempo akan tetap memberitakan. karena Tempo objektif. Lucu dan bodoh sekali kalau lantas ada yg berkata berita ini mendiskreditkan Islam.

    TEMPO adalah salah satu majalah dgn fakta akurat dan valid. Berita dibuat berdasarkan hasil reportase dan investigasi. Orang cerdas tahu itu.

    Tempo tidak merugi, tapi meraih untuk 2 kali lipat dari target setiap tahun

    ReplyDelete
  16. "TEMPO adalah salah satu majalah dgn fakta akurat dan valid. Berita dibuat berdasarkan hasil reportase dan investigasi. Orang cerdas tahu itu."

    Kalau akurat, tdk mungkin JPMI & lembaga lain membantah Tempo itu Gan. Trus yg online tuh malah ada screenshotnya segala. Mau mengelak? Mau ngotot akurat? :)

    ReplyDelete
  17. ya....naamaanyajuga tempo...tempo2 bener..tempo2 salah..wek..wek..wek

    ReplyDelete
  18. Jika memang mereka terus merugi...adalah kesempatan baik untuk kita patungan dan membeli mayoritas sahamnya....rubah ideologi pemberitaanya.
    Kita kerjakan secara profesional, jangan menjadi semacam majalah SAKSI :(.

    ReplyDelete
  19. pandai-pandai memilih berita.....

    ReplyDelete
  20. sebagai orang yang bekerja di Media, setiap berita itu ada nilainya loh. buat menjatuhkan musuh atau lawan dan bisa diduitkan tinggal cari aja lawanya nih ada berita musuh ente mau naik gak wani piro? selain dapat duit buat kantong pribadi wartawan, eh tempat bekerjanya juga kecipratan untung. Bohong itu Media Independen! hanya orang Goblok dan gak makan bangku sekolah aja yang percaya berita di Media.

    ReplyDelete
  21. Semakin jelas bahwa politik media adalah industri..tehnisnya mendongkrak oplah...bagi mereka tidak penting bahwa apakah info yang disajikan berita bohong atau benar? fitnah atau bukan?...Bagi kita guade dah jelas QS. 49:6 perlu Tabayyun tehadap informasi....Terkait ulah majalah tempo...memang harus ada upaya masif umat Islam...untuk membawa dewan redaksinya ke Dewan Pers...atau perlu bagi kita umat Islam untuk memboikot majalah tersebut...

    ReplyDelete
  22. Koq PKS dendam banget ama orang yang memberitakan fakta. Lagian ini narsum nyomot mahasiswa, yg kredible dikitlah. Dasar media bodrek

    ReplyDelete
  23. Masih dalam proses hukum, sdh memvonis bersalah...belum jelas benar tidaknya, kok sdh merasa yakin 100%...

    ReplyDelete
  24. sam2 buruknya, yg mengkritik ama yg dikritik.
    Tempo sebagai media cetak sudah tidak independen, semua tergantung titipan.
    Begitupula dengan PKS, disini saya tidak berbicara partainya, melainkan para pimpinannya. Saya percaya akar rumput PKS orang2 baik, tulus dan iklas, tapi apakah demikian juga untuk para pemimpinnya???

    ReplyDelete
  25. Duuh...membelanya membabi-buta..kasian deh

    ReplyDelete
  26. Admin katrok, liat thread asli rahmad yang katanya S3 ini..liat Link laporan keuangan EMIS, disitu jelas TEMPO profit (iqra..iqra).
    AllahuAkbar....Semoga PKS Tetap SUCI PUTIH
    Semoga Tempo tetap menjadi penyeimbang.

    Kalo Tempo tunduk sama Modal, sudah jauh hari tergiur sama tawaran konglomerat yang "nafsu" mau beli TEMPO, some say HATERS Gonna HATE

    PKS PUTIH, bersihkan dari NODA MANUSIA KORUPPP

    ReplyDelete
  27. Banyak yang belum difahamkan ilmu ttg muslim yg didzalimi. "Kamu mengira kedzaliman yg kamu terima itu buruk untukmu. Sebenarnya tidak demikian, kedzaliman yang kamu terima adalah baik sekali untukmu." Ibarat bola karet, semakin keras dibanting, maka akan semakin tinggi dia melesat memantul ke atas. Itulah perumpamaan muslim yang didzalimi. SubhanAllah, sungguh, bagi muslimin, mereka akan sabar saat didzalimi, karena yakin akan kebaikan setelahnya.

    ReplyDelete
  28. The Yellow Paper

    ReplyDelete
  29. "memang harus ada upaya masif umat Islam...untuk membawa dewan redaksinya ke Dewan Pers...atau perlu bagi kita umat Islam untuk memboikot majalah tersebut..."

    ^emang PKS = islam ??
    PKS udah jadi agama kalian ya sampe lupa islamnya sendiri..
    astagfirullah..

    ReplyDelete
  30. Bukan rahasia lagi dedengkot TEMPO adalah orang JIL yang sangat benci kemajuan Ummat Islam pantas saja komentar majalah ini kepada yang bau Islam selalu sinis termasuk pada PKS. Yang perlu disadari oleh TEMPO bahwa pembaca majalah ini adalah kalangan terpelajar, notabene banyak orang PKS, mari kita boikot tidak beli majalah ini biar semakin rugi.......

    ReplyDelete
  31. Kepada para kader dan simpatisan hati-hati membeli majalah yang memelilntir kebenaran hanya untuk menaikkkan oplah....

    ReplyDelete
  32. TEMPO lieurrrrrrrrrrrrrrrrr...!

    ReplyDelete
  33. Sepertinya T*MP* sudah tidak independen lagi. Ada kepentingan2 tertentu.

    :: PROMO buku "RISALAH PERGERAKAN" Hasan Al-Banna
    Lihat di : http://risalahtarbiyah.blogspot.com/

    ReplyDelete
  34. saya rasa bukan hanya TEMPO yang memusuhi koruptor, justru KPK itu biangnya. Bubarin aja KPK skalian, biar TEMPO dan seluruh media di Indonesia gak pada menari di atas penderitaan koruptor.

    ReplyDelete
  35. Saya sendiri sdh tidak membaca Tempo. Dulu waktu mahasiswa senang tetapi melihat selalu menyudutkan umat Islam, ya berhenti. Tempo juga selalu menerapkan politik belah bambu. Yang satu diangkat yang lainnya diinjak. Sesuai seleranya. Kita sapu dada saja membacanya.

    ReplyDelete
  36. Tempo doeloe.....sekarang gak lagi

    ReplyDelete
  37. Tempa ga enak dibaca dan ga perlu dibeli...

    ReplyDelete
  38. kata artis sih...banyak diserang id banyak tawaran...
    bagi PKS sih asyik2 aja, numpang iklan gratis menjelang pemilu 2014
    semakin sering dibritakan semakin banyak orng tau, semakin sering dihujat banyak orang kan simpati...

    ReplyDelete
  39. Maaf, nggak pernah ada media massa yang 100% independen. Makanya para pembaca harus cerdas dan kritis, supaya jangan terjebak pada taqlid buta.

    ReplyDelete
  40. mudah2an bangkrut tuh Tempo,....Salihara juga biar bangkrut, tapi kasus srengenge gak dimuat ya...dasar munafiq

    ReplyDelete

Powered by Blogger.