Header Ads

Aksi Bela Islam

3 Tokoh Nasional Ini Membenarkan Adanya Konspirasi


Ketika Anis Matta pertama kali melontarkan kata “konspirasi” pada pidato perdana sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), 1 Februari lalu, banyak pihak mencibirnya. Namun, belakangan ini, adanya konspirasi dibenarkan oleh sejumlah pihak termasuk tiga tokoh nasional berikut ini.

Erlangga Mohamad
Mantan Sekretaris Jenderal KAHMI Erlangga Mohamad meyakini adanya konspirasi ketika KPK menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka. Ia juga meyakinkan KAHMI bahwa penetapan Anas sebagai tersangka itu adalah konspirasi.

“Saya sedang konsolidasi. Menyadarkan teman-teman bahwa penetapan Anas ini konspirasi. Harus ada reaksi ke KPK. Kita akan melakukan aksi,” tegas Erlangga, 22 Februari lalu.

Bahkan, Erlangga sempat minta KPK dibubarkan. “Kalau seperti ini kerja KPK. Kita minta KPK dibubarkan saja. Kita konsolidasi itu,” tandasnya.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Meskipun tidak menyebut kata “konspirasi” dengan tegas, isu kudeta yang dikeluarkan oleh Presiden SBY mengesankan adanya konspirasi yang ingin menjatuhkannya di tengah jalan. Sontak, isu yang digulirkan istana itupun menuai kontroversi hebat pada dua pekan lalu.

Puncaknya, isu kudeta itu mereda pada 25 Maret lalu. Rumor adanya kudeta pada hari Senin itu tidak terbukti. Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) hanya menggelar aksi simpatik dengan membagi-bagikan paket sembako kepada warga miskin. Sesudah itu mereka berorasi menyuarakan ketidakpuasan atas kinerja pemerintah, sebagaimana unjuk rasa pada umumnya.

Abraham Samad

Setelah kata “kudeta” hilang dari istana, kini giliran Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menggunakannya.

Abraham menuding ada upaya untuk melakukan kudeta terhadap dirinya. Modusnya, ia mencurigai, ada pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja mengarahkan pelaku pembocor surat perintah penyidikan (sprindik) Anas Urbaningrum kepada dirinya.

"Kebocoran sprindik adalah skenario untuk menjatuhkan dan membungkam saya dari KPK," kata Abraham dalam pesan singkatnya kepada wartawan, kemarin (27/3). [JJ/bsb]

2 comments:

  1. Antek2 amerika dan yahudi itu masih bercokol di senayan dan istana.

    ReplyDelete
  2. wah indonesia gawat sekarang. penjajahnya saru, kayaknya kawan,eh ternyata lebih kejam dari penjajah yg dulu

    ReplyDelete

Powered by Blogger.