Akhirnya Ahok Ralat Pernyataannya Soal Vatikan


Setelah dipersoalkan sejumlah media Islam lantaran menyebut Vatikan sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akhirnya meralat pernyataannya. Ia mengatakan, pernyataannya pada Jum’at (15/3) lalu itu merupakan “salah bicara.”

"Bukan, itu salah ngomong. Maksudnya itu salah satu negara yang pertama mendukung kita, yang berani. Jaman itu kan gak gampang, kan cepat sekali tahun 1947 (mengakui kemerdekaan Indonesia), Kalau yang lain kan tahun 1949 lah, setelah konferensi meja bundar kalau tidak salah, lupa juga saya" kata Ahok, Senin (18/3) malam, dikutip dari inilah.com.

Sebelumnya, usai menerima kedatangan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Antonio Guido Filipazzi, Ahok mengatakan Vatikan merupakan negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Ahok mendapatkan kenang-kenangan dari Vatikan berupa medali Paus. Ahok juga mengucapkan selamat kepada Vatikan melalui Filipazzi atas terpilihnya Paus Fransiskus sebagai pengganti Benediktus XVI yang mengundurkan diri.

Hasan Al Banna dukung kemerdekaan RI
Seperti tercatat dalam sejarah, negara pertama yang mengakui kemederkaan Republik Indonesia adalah Mesir. Mesir mengakui kemerdekaan RI pada 22 Maret 1946. Pengakuan dan dukungan Mesir atas Indonesia tidak lepas dari desakan Hasan Al Banna, pemimpin Ikhwanul Muslimin saat itu.

Setelah Mesir, kemudian disusul oleh Liga Arab (Arab Saudi, Qatar, dan lain-lain) yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 18 November 1946. Kemudian diikuti Suriah pada 3 Juli 1947. Sedangkan Vatikan baru mengakui kemerdekaan pada 6 Juli 1947. [IK/Inl/Dkw/bsb]
Powered by Blogger.