Header Ads

Aksi Bela Islam

Akhwat Tomboy


“Ustadzah tomboy ya?” kata salah seorang santri yang membuat saya kaget. Namun saya mencoba tersenyum dan balik bertanya, “kok adek tahu?”
“Iya, dilihat dari cara jalannya” jawab santri tersebut dengan polosnya
“Deg!!!” saya terhenyak dan langsung mengamati cara jalan saya. Sejak saat itu saya selalu introspeksi agar setiap prilaku saya jangan sampai menyerupai laki-laki.

Saya teringat akan hadits ini: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Diantara tanda-tanda dekatnya Hari Kiamat adalah laki-laki menyerupai wanita dan wanita menyerupai laki-laki.” (Riwayat Abu Nu’aim).

Hadits itu menjelaskan bahwa salah satu tanda kiamat adalah banyaknya wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai perempuan. Sedangkan hukum seorang perempuan yang menyerupai laki-laki adalah haram. Seperti yang tertera dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwah Rasululullah bersabda melalui Ibnu Abbas : Beliau melaknat seorang laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki (HR. Bukhari).

Akhwati fillah… Tanpa kita sadari fenomena seperti ini sering terjadi di tengah kehidupan kita. Sebagai contoh saya sebutkan salah seorang teman saya. Kami punya banyak kesamaan karakter. Hanya saja dia lebih tomboy dari pada saya. Sandal gunung, kaos oblong, hem, jaket, ransel itu adalah gayanya sehari–hari. Bahkan kalau saya ingat waktu itu dia sempat ke walimah memakai sandal gunung dan tas ransel. Gubrak!!!

“Kamu mau naek gunung apa mau ke walimahan???,” Ledek saya saat dia cerita habis dari walimah memakai sandal gunung dan tas ransel. Sampai saya sering menyebutnya akhwat ganteng. Karena lagi dan lagi saya menyangka ada ikhwan masuk.

Itulah sedikit cerita tentang teman saya. Mungkin dia sudah berproses, jilbabnya besar namun sikap dan style-nya yang menyerupai ikhwan membuat kita harus merenungkan kembali bagaimana seorang akhwat harusnya bersikap. Mungkin ketika kita menyadari kodrat kita sebagai seorang akhwat, maka tak sepantasnya kita bersikap seperti itu.

Rasululullah bersabda melalui Ibnu Abbas : Beliau melaknat seorang laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki (HR. Bukhari). Hadits ini dimaknakan bukan sekedar penampilan yang menyerupai laki-laki tapi juga sikap dan prilaku. Oleh karenanya jangan bangga bila engkau mendapat gelar akhwat ganteng. Kalau kita ingat, hadits Rasulullah di atas, mungkin kita akan berpikir ulang untuk melakukan hal-hal yang menyerupai laki-laki termasuk dalam style dan prilaku. Karena kita tahu bagaimana hukum akhwat yang bersikap menyerupai ikhwan.

Akhwati fillah… Berubah menjadi akhwat bukan sekedar berubah dari celana jin menjadi rok, bukan sekedar kaos oblong menjadi blus panjang, dan bukan sekedar mengubah jilbab gaul menjadi jilbab gedhe. Namun penanaman nilai karakter keakhwatan itu sendiri yang perlu ditanamkan dalam diri. Bagaimana seharusnya seorang akhwat bersikap, bagaimana seorang akhwat berperilaku sehingga tidak sampai menyerupai laki-laki. Waallahu a’alam bish shawab. [Ukhtu Emil]

5 comments:

  1. Cara paling mudah adalah memakai burqa arab yang menutupi seluruh tubuh mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki sehingga tidak ada yang terlihat, bahkan cara jalan sekalipun. karena sangat sulit untuk merubah sesuatu yang sudah bersifat biologis (hormon yang mungkin lebih banyak kandungan testosteron)ataupun pembentukan lingkungan dari kecil.
    kalaupun bisa dimanipulasi paling lebih kearah menipu/menutupi sebaik mungkin.

    ReplyDelete
  2. ehm,, sepakat jika nilai keakhwatan harus tertanam, tapi jika nilai keakhwatan dilihat dari, cara berjalan yang lemah lembut, selera dalam memilih busana, saya tidak sepakat.
    cara berjalan, sikap, itu dipengaruhi oleh lingkungan dan cara didik selama kita melakukan proses perkembangan.

    ReplyDelete
  3. Assalamualaikum..
    mau bertanya, saya adalah akhwat yg sedang belajar untuk menjadi muslimah sejati,amin.. walaupun tmpat bkerja sya tidk mendukung untuk berpkain dan berkerudung sesuai syar'i tapi sya ingin skali menjdi muslimah yang baik, tetapi untuk bkrja sya menggunakan kndraan brmotor.. bagaimana ya? apa tingkh laku sya msh bisa dikatakan menyerupai ikhwan ya... dan motivasi apa ya yg bisa sya tnamkan untuk tetap berpakaian syar'i walopun tman2 sya blum melakukan.a dan bisa dikatakan merasa asing sendiri...
    mohon penjelasan.a.. trimksh .. wassalam.

    ReplyDelete
  4. lebih baik ada rujukan jelas wanita itu tingkah laku, gerakan, dan sifatnya seperti apa. misalkan menurut al-quran, menurut hadist, atau sejarah yang pasti. kalau tidak ada rujukan seperti ini, kan bisa saja kita meniru perempuan yang agak barat, perempuan asia, perempuan india. karena sifat2 dan perilaku wanita di seluruh dunia itu tidak sama. jika memang seorang muslimah, pasti ada rujukannya di alquran, bukan semena-mena melarang seorang perempuan memakai hem. begitu sih menurutku. alangkah baiknya artikel ini lebih lengkap

    ReplyDelete
  5. prinsipnya kan menutup aurat sesuai syari'at,kalau terpaksa & harus pake motor sendiri bisa pake celana d dalam rok ato pake celana rok/kulot.tidak memandang lawan jenis dg berlebihan,menjaga suara dlm percakapan.QS AnNur :31,al Ahzab :32...kalo sy pribadi,sbg muslimah,menjaga prinsip2 tapi tetap jadi diri sendiri....

    ReplyDelete

Powered by Blogger.