Pengamat: Soliditas PKS Unggul, Pamor Jokowi Meredup


Kemenangan Gatot – Tengku Erry (Ganteng) di Pilgub Sumut dinilai pengamat sebagai buah soliditas Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kemenangan pasangan nomor 5 itu juga dinilai sebagai bukti bahwa efek Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang mendukung calon dari PDI Perjuangan mulai memudar.

“Ini menunjukkan bahwa tuah Jokowi mulai memudar,” kata Direktur Eksekutif Media Survey Nasional (Median) Rico Marbun, Kamis (7/3).

Yang unik, seperti dilansir beritasatu.com, kemenangan Ganteng di Sumut membuktikan pasangan yang diusung PKS bisa diterima oleh masyarakat provinsi itu yang relatif pluralis. Gatot-Erry yang diusung PKS bisa diterima banyak pihak dengan latar belakang berbeda.

Di luar hal itu, pasangan PKS itu memang sudah diprediksi sejak awal memiliki pendukung yang mayoritas di Sumut. Berdasarkan temuan survei yang dilakukan Median pada 17-22 Februari 2013 lalu, tingkat elektabilitas pasangan ini menduduki peringkat pertama dengan 29,9 persen.

"Maka tak heran berdasarkan hasil quick count yang kami lakukan pun pasangan Gatot-Erry mendapat suara mencapai sekitar 32 persen," tuturnya.

Selain itu, riset Median di Sumut juga menemukan PKS berhasil memanfaatkan momentum menaikkan elektabilitas pasangan itu di dua pekan menjelang hari pemilihan.

Lebih jauh, Rico menilai kemenangan beruntun pasangan yang diusung PKS di Pilkada Sumatera Utara dan Pilkada Jawa Barat dianggap sebagai cerminan meningkatnya elektabilitas partai itu menuju Pemilu 2014.

Provinsi Jabar dan Sumut adalah dua dari provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

“Kepemimpinan baru PKS bisa menahan 'serangan' akhir-akhir ini kepada PKS. Justru hal itu diubah menjadi peningkat soliditas bagi kader PKS," jelasnya. [JJ/BS/bsb]
Powered by Blogger.