Header Ads

Aksi Bela Islam

10 TNI Serang Kantor PDIP. Kasatgas: Tak Ada Damai, Itu Kriminal


Menanggapi insiden serangan 10 TNI ke kantor DPP PDIP, Sabtu (20/4) malam, Kepala Satgas Nasional Cakra Buana PDIP Komarudin Watubun meminta kasus itu diselesaikan secara institusi. Namun, jika intitusi TNI tidak dapat dapat menyelesaikannya, maka harus ada tindakan lain yang diambil PDIP.

"Menyerang kehormatan partai kok damai. Tidak ada istilah-istilah damai. Itu tindakan kriminal, hanya saya tidak bicara panjang karena saya mempersilahkan untuk diselesaikan secara institusi terlebih dahulu," kata Komarudin dikutip Detik.com, Ahad (21/4).

Selain masuk ke kantor DPP PDIP tanpa ijin dan menimbulkan keributan, Satpam Kantor DPP PDIP Priyadi mengaku dirinya dipukul salah seorang oknum TNI. Menurut Priyadi, saat itu dia sedang mengamankan seorang pengendara sepeda motor yang lari masuk ke kantor PDIP karena ribut dengan seorang tentara. "Tiba-tiba tentara itu datang, langsung pukul saja semuanya," ujar Riyadi.

Sementara itu, menurut pihak TNI, insiden datangnya oknum TNI ke kantor PDIP hingga menimbulkan keributan itu terjadi karena kesalahpahaman saja.

"Itu kesalahpahaman dengan warga, lokasinya di depan kantor PDIP. Bukan penyerangan, nggak ada penyerangan," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen Rukman Ahmad, pada hari yang sama.

Lebih jauh Rukman menjelaskan kronologi insiden di Kantor DPP PDIP tersebut. Menurutnya, ada anggota Batalyon Zeni Konstruksi 13 (Yon Zikon 13) bernama Prada Puguh bersenggolan dengan warga sekitar pukul 19.00 WIB. Lokasinya persis di depan kantor PDIP Lenteng Agung.
Komarudin Watubun

"Ributlah, diselesaikan. Prada Puguh balik, ada masyarakat lain yang provokasi. Mereka ribut, ya namanya anak muda, tantang-tantang ingin berkelahi," jelas Rukman.

Prada Puguh kemudian memanggil teman-temannya dari asrama Yon Zikon 13. Nah, saat itu satpam kantor PDIP melerai keributan. Rukman menegaskan bahwa tak ada penyerangan di kantor PDIP.

Bagaimana dengan pengejaran remaja yang terlibat kecelakaan hingga masuk kantor PDIP? "Laporan dari Kesatuan Zikon istilahnya keributan dengan warga di depan kantor situ. Belum terlalu detail dilaporkan, yang jelas bukan keributan dengan PDIP," tegas Rukman.

Wasekjen PDIP menyesalkan peristiwa pengejaran tersebut yang dinilai merupakan tindakan gegabah dan sepihak dari anggota TNI. "Kami sesalkan mereka yang masuk ke kantor PDIP dan mengambil aksi sepihak. Mereka yang masuk kantor PDIP ini mengambil aksi sepihak terhadap mereka yang saling menjadi korban dalam kecelakaan tersebut," ucap Wasekjen PDIP, Hasto Christianto. Namun kemudian, menurut Hasto, Komandan Yon Zikon 13 sudah meminta maaf kepada PDIP atas insiden tersebut. [JJ/Dtk/bsb]

2 comments:

  1. TNI kebanggaan Rakyat Indonesia, jangan cederai kepercayaan kami

    ReplyDelete
  2. bubarkan partai politik, tempat rampas uang rakyat

    ReplyDelete

Powered by Blogger.