Header Ads

Aksi Bela Islam

Beginilah Cara Biksu Wirathu Provokasi Budha Bantai Muslim Myanmar


Salah satu tokoh penghasut anti-Islam di Myanmar adalah biksu Budha ini. Namanya Wirathu. Ia juga yang menghasut kerusuhan anti-Muslim pada kerusuhan tahun 2003 lalu. Setelah mendekam di penjara selama sembilan tahun, ia pun dibebaskan pada 2012 atas amnesti yang diberikan untuk ratusan tahanan politik, usai reformasi pascamiliter berkuasa.

Biksu yang berusia 45 tahun ini kini menjabat sebagai kepala biara di Biara Masoeyein Mandalay. Di kompleks luas itu ia memimpin sekitar 60 biksu dan memiliki pengaruh atas lebih dari 2.500 umat Budha di wilayah tersebut.

Dari basis kekuatannya itulah Wirathu memimpin sebuah gerakan cepat yang dikenal sebagai “969”. 969 adalah kampanye provokatif yang menyerukan umat Budha untuk memboikot bisnis Muslim dan masyarakat Muslim.

Tiga angka 9-6-9 mengacu pada berbagai atribut Budha, ajarannya dan kerahibannya. Namun dalam prakteknya, nomor tersebut telah menjadi merek bentuk radikal anti-Islam secara nasionalisme yang berusaha untuk mengubah Myanmar menjadi seperti negara apartheid .

“Kami memiliki slogan: Ketika Anda makan, makan di 969, ketika Anda pergi, pergi ke 969, ketika Anda membeli, membeli ke 969,” kata Wirathu dalam sebuah wawancara di kuilnya di Mandalay.

Wirathu mulai memberikan serangkaian pidato kontroversial 969 sekitar empat bulan yang lalu. “Tugas saya adalah untuk menyebarkan misi ini,” katanya.

Gerakan 969 kemudian menyebar dengan cepat melalui stiker, brosur dan sebagainya. Stiker bertuliskan warna pastel disalut dengan angka 969 muncul di warung pinggir jalan, sepeda motor, poster dan mobil di seluruh pusat-pusat kota.

Bahkan, perusuh mengecat “969″ ketika gerakan massa Anti-Muslim berkecamuk di Kawasan Bago, dekat Yangon, usai khotbah biarawan tentang gerakan 969.
Logo gerakan 969

Di Gyobingauk, sebuah kota dari 110.000 orang di utara Minhla, massa menghancurkan sebuah masjid dan 23 rumah setelah tiga hari dari pidato oleh seorang biksu berkhotbah 969. Saksi mata mengatakan mereka muncul terorganisasi dengan baik, meratakan beberapa bangunan dengan buldoser.

Dua hari setelahnya, di Minhla, sebuah kota sekitar 100.000 penduduk berjarak beberapa jam dari Yangon, 2.000 umat Buddha berdesakan dalam sebuah pusat komunitas pada tanggal 26 -27 Februari untuk mendengarkan Wimalar Biwuntha, seorang kepala biara dari Negara Mon. Dia menjelaskan bagaimana biarawan di negara itu mulai menggunakan 969 untuk memboikot perusahaan-Muslim.

Setelah pidato, suasana di Minhla menjadi rusuh, kata Tun Tun, 26, seorang pemilik toko teh-Muslim. katanya. Sebulan kemudian, sekitar 800 umat Buddha bersenjata dengan pipa logam dan palu menghancurkan tiga masjid dan 17 rumah Muslim dan tempat bisnis, menurut polisi. Tidak ada yang tewas, tapi dua-pertiga dari Muslim yang melarikan diri dari Minhla belum kembali, kata polisi.

“Sejak pidato itu, orang-orang di desa kami menjadi lebih agresif , kami kehilangan pelanggan,” kata Tun Tun, yang tokonya dan rumah yang hampir hancur oleh Budha pada 27 Maret lalu. Ia menambahkan, salah satu penyerangnya bersenjatakan gergaji mesin.

Demikian parahnya gerakan 969, hingga kepolisian pun bergabung dalam konspirasi Anti-Islam itu. Pejabat polisi setempat dilaporkan membuat kesepakatan dengan massa: Para perusuh diizinkan 30 menit untuk merampok sebuah masjid sebelum polisi akan membubarkan kerumunan massa. Namun, ketika ditanya oleh Reuter, polisi setempat membantah telah membuat kesepakatan seperti itu.

Wirathu membantah mengorganisir para biarawan di Meikhtila dan di tempat lain. Dia mengakui hanya menyebarkan 969 dan memperingatkan bahwa Muslim menipiskan identitas negara Budhis. Itu adalah komentar yang telah dilakukan berulang-ulang dalam pidato dan media sosial dan melalui telepon dalam beberapa pekan terakhir.

Wirathu sangat membenci Islam. Ia mengklaim posisinya sebagai “Osama bin Laden nya Burma.” Wirathu tidak ingin ada masjid lagi di bumi Myanmar.
Biksu Wirathu - Sang Provokator

“Dengan uang, mereka menjadi kaya dan menikahi wanita Budha Burma dan mengalihkan ke Islam, menyebarkan agama mereka. Bisnis mereka menjadi lebih besar dan mereka membeli lebih banyak lahan dan rumah, dan itu berarti tanah ini akan lebih sedikit kuil Buddhanya,” kata Wirathu.

“Dan ketika mereka menjadi kaya, mereka membangun masjid yang tidak terbuka, tidak seperti pagoda dan biara-biara. Mereka seperti stasiun basis musuh bagi kita. Masjid lebih berarti markas musuh, jadi itu sebabnya kita harus mencegah adanya markas musuh lebih banyak,” tambahnya beralasan.

Wirathu juga menebarkan propaganda bahwa ia tidak ingin Myanmar menjadi seperti Indonesia. "Dulu Budha, sekarang menjadi mayoritas Islam" katanya. Rupanya Wirathu tidak membaca sejarah masuknya Islam di Indonesia. Islam masuk ke Indonesia dengan cara damai, bukan dengan jalan kekerasan. Atau, memang Wirathu sengaja berbohong meski dia tahu kebenarannya seperti apa. [IK/EM/bsb]

21 comments:

  1. semoga, tulisan ini tidak berakibat memprovokasi umat muslim indonesia,,,
    http://www.ekonsul.com

    ReplyDelete
  2. @Ekonsul: yang ditulis fakta apa adanya. Kalau berdampak "calling out muslim solidarity" wajar karena umat islam dibantai disana masak kita disuruh diam aja. Kalau umatmu yg dibantai gimana rasanya?

    ReplyDelete
  3. Ini hrs distop dan diusut tuntas pembunuhan thd muslim, ini merupakan kejahatan HAM berat,tirani mayoritas thd minoritas. Apalagi tampaknya ada indikasi otoritas militer setempat membiarkan terjadinya genocida thd muslim. Dunia hrs mengecam tindakan yg tdk berprikemanusian yg tlh dipertontonkan ini.

    ReplyDelete
  4. bisa minta tolong umat budha indonesia tuk hentikan ini ndak ya ??

    ReplyDelete
  5. Smoga efeknya berbalik dengan hidayah-Nya. Sehingga umat muslim semakin padu dan banyak disana....aamiin.

    ReplyDelete
  6. bukankan Buddha juga mengajarkan kedamaian? terus kenapa pemuka agamanya sendiri justru membuat kerusakan?

    ReplyDelete
  7. kenapa justru pemuka agama yang melakukan kekerasan? sempit sekali pikiran orang2 yang terprovokasi itu.. menghilangkan nilai kemanusiaan demi sebuah keinginan picik..

    ReplyDelete
  8. katanya ajaran budha saling mengasihi dan menyayangi, alah malah buat kerusuhan provokasi sansn sini pemimpin agam tak pantas beretika dan bermoral seperti itu...tunggu pembalaasan dari mujahid-mujahid muslim natinya......

    ReplyDelete
  9. Di Indonesia Budha yg minoritas tetapi tdk diganggu, Kalau umat muslim yang minoritas ditindas, Maha benar Firman Allah Swt Sesungguhnya Agama di Sisi Allah hanyalah Islam. Agama yang lainnya buatan manusia berkedok kasih saying sesame manusia.

    ReplyDelete
  10. kok ga ada umat budha yang comment disini ya....?, TAKUT?, KHAWATIR?, MALU?
    Kalau Hatinya dah Rusak..., Maka rusak pula Amalnya

    ReplyDelete
  11. Kenapa umat muslim disana kaya? karena mereka bekerja, berdagang dll. intinya ikhtiar sblm tawakal ... prinsipnya Tangan Diatas Lebih Baik drpd Tangan Dibawah ... Sekarang yg tangannya suka dibawah siapa hayoo... jd bukan masalah klw muslim disana mampu secara ekonomi, koq dijadikan alasan ..

    ReplyDelete
  12. mereka (umat budhha) disana iri dengan kemajuan umat muslim disana

    ReplyDelete
  13. Lalu di indonesia??? apakah kaum minoritas di indonesia sdh mendapatkan seperti yg teman2 tulis diatas?

    ReplyDelete
  14. semakin mereka membantai umat Muslim itu berati mereka semakin mempertontonkan bahwa Budha itu agama sampah. dan manusia itu pintar loh hati mereka mencintai kedamaian pada dasarnya. mereka akan semakin menyadari dan akan meninggalkan budha, lihat saja 10 kedepan kalo mereka tidak memperbaikinya. Islam masuk ke Indonesia ada caranya bung.... kalo kaya gitu mah orang-orang pada lari.... biasanya sih orang yang membenci Islam ujung2nya masuk Islam (banyak contoh dah....)

    ReplyDelete
  15. biasanya orang yang membenci Islam ujung2nya pada masuk Islam (sudah terlalu banyak contohnya)

    ReplyDelete
  16. lihatlah daerah2 yang minoritas non Muslim di Indonesia mereka hidup bebas. iru karena Islam Rahmatan lil'alamiin

    ReplyDelete
  17. hehehe,,,ternyata kelihatan juga sifat asli dari orang yang slama ini sok menunjukan kasih sayang dan kedamaian
    ya allah,,,tunjukkanlah pada dia betapa besar rahmatMU dengan mengampuni dosanya :D

    ReplyDelete
  18. Semoga malaikat pncbut nyawa..datang mnjemputya dgn cara yg bengis..amin

    ReplyDelete
  19. Budha sang pengasih ...
    Biksu terbebas dari hawa nafsu
    Ternyata Bullshit...

    Fakta berbicara. ga pernah minoritas di negara muslim di bantai seperti binatang. cuma muslim yg minoritas suka di bantai dimana-mana.

    Tidak ada pembantaian yg dibenarkan dg alasan apapun. Lihat Islam klo berperang jika menahan tawanan perang tidak pernah disiksa bahkan tetap diberi makan selayaknya manusia dan ga pernah membunuh lawan yg sudah melakukan gencatan senjata/menyerah.

    Tapi lihat yg non muslim.. sipil yg ga punya daya apalagi senjata aja di bantai

    ReplyDelete
  20. Bangsat niy wirathu bikin citra budha yg damai hancur!

    ReplyDelete
  21. Bangsat niy wirathu bikin citra budha yg damai hancur!

    ReplyDelete

Powered by Blogger.