Header Ads

Aksi Bela Islam

Caleg Golkar dan PPP Berebut Nomor Urut


Penyusunan daftar caleg sementara (DCS) Partai Golkar yang akan diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) berlangsung alot. Jawa Pos melaporkan, Sabtu (13/4), rapat pleno yang berlangsung di Kantor DPP Partai Golkar Kamis(11/4) lalu ternyata diwarnai perdebatan cukup sengit. Pangkalnya, semua caleg berebut nomor jadi pada DCS.

Ketua DPP Partai Golkar yang menjabat Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengakui bahwa penyusunan DCS belum rampung. “Memang tidak mudah menyusun daftar caleg, masih ada tarik-menarik. Ada kader-kader potensial yang belum tertampung,” kata Priyo di gedung DPR, kemarin.

Dia juga tidak membantah bahwa rapat berlangsung panas. Meski demikian, lanjut dia, Golkar sudah biasa menghadapi dinamika seperti saat penyusunan DCS tersebut. Golkar, akan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya hingga pendaftaran caleg yang disediakan KPU.

Saat ditanya siapa kader-kader potensial yang dimaksud, Priyo enggan menjawab. Termasuk apakah tarik-menarik itu berkaitan dengan latar belakang organisasi sayap yang ada di dalam tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga mengalami kerumitan yang sama. Hal ini diakui Wakil Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan Taufiq Zainuddin.

"Semua berebut nomor urut, semua ingin nomor 1" kata Taufiq di Makassar, seperti dilansir Harian Pelita, Kamis (11/4) lalu.

Namun dia membantah terjadinya "jual beli" nomor urut. "Tidak ada itu lelang nomor urut, sebab untuk menetapkan nomor ada mekanisme tersendiri.

Taufiq Zainuddin, yang juga anggota DPRD Sulsel ini juga mengakui nomor urut menjadi hal yang sangat berharga bagi para caleg, karena biasanya pemilih melihat nomor urut caleg sebelum mencoblos. [JJ/JP/HP/bsb]

1 comment:

Powered by Blogger.