Header Ads

Aksi Bela Islam

Dini Hari Nanti Gerhana Bulan Singkat, LAPAN Ingatkan Waktu Shalat


Jumat (26/4) dini hari nanti, sebagian wilayah bumi akan mengalami gerhana bulan, termasuk Indonesia.

Menurut peneliti astronomi dan astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, hanya 1,5 persen permukaan bulan yang akan mengalami gerhana dan berlangsung sangat singkat.

"Terjadinya tanggal 26 April dini hari, pukul 02.54 - 03.21 WIB. Gerhana Bulan sebagian, sangat kecil, 1,5 persen permukaan Bulan yang gelap. Berlangsung hanya 27 menit. Sangat singkat sekali," kata Thomas dikutip dari detikcom, Kamis (25/4).

Selain di Indonesia, gerhana bulan juga bisa dilihat dari bumi yang saat itu sedang mengalami malam. Yakni mulai dari Eropa, Afrika, Asia dan Australia. Sedangkan di Amerika yang saat itu mengalami siang hari, tak akan bisa menyaksikan gerhana Bulan sebagian ini.

Di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke bisa menyaksikan gerhana tersebut. Bila di Indonesia barat pada pukul 02.54-03.21 WIB, di Indonesia tengah berarti ditambah sejam atau pukul 03.54-04.21 Wita, sedang Indonesia timur pukul 04.54-05.21 WIT. Namun karena saking kecilnya bagian bulan yang tertutupi, orang awan mungkin tidak sadar terjadinya gerhana tersebut.

"Hanya di tepi piringan Bulan purnama saja, sedikit saja di tepinya. Piringan purnama itu tetap terlihat terang, sedikit hitam di tepinya, orang awam mungkin tidak sadar bila itu gerhana. Kalau bulan terlihat sabit itu 90 persen tertutupi, kalau ini hanya 1,5 persen," kata Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN itu.

Thomas menghimbau umat Islam yang akan melaksanakan salat gerhana agar memperhatikan waktu karena durasi gerhana cukup singkat, yakni 27 menit saja.

"Ini yang perlu diperhatikan pengurus masjid," kata Thomas. [IK/Dtk/bsb]

No comments

Powered by Blogger.