Header Ads

Aksi Bela Islam

Hina Islam di Twitter, Pengadilan Turki Hukum Musisi Fazil Say


Jangan lagi menghina Islam di Turki, sebab negara itu telah banyak berubah. Jika dulu Turki dikenal sangat sekuler sehingga identitas Islam dimusuhi dan menghina agama tidak dipermasalahkan, kini menghina terhadap Islam bisa berurusan dengan pengadilan.

Itulah yang dialami oleh musisi terkenal Fazil Say. Meskipun ia seorang pianis kenamaan, pengadilan Istanbul hari ini (15/4) menjatuhkan hukuman percobaan 10 bulan terhadap Say karena menghina Islam melalui twitter.

Masyarakat muslim tentu saja mendukung keputusan pengadilan sebagai pelajaran bagi orang lain agar tidak gemar menghina Islam. Sebaliknya, Uni Eropa tidak menyukai perkembangan hukum di negeri yang pemerintahannya dipegang Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) itu. Lewat juru bicaranya, Kepala Bidang Kebijakan Luar Negeri UE, Catherine Ashton menyatakan keprihatinannya.

Pengadilan Turki memutuskan Say "dibebaskan dengan pengawasan", tidak langsung memenjarakan lelaki berusia 43 tahun itu. Selama Say tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam lima tahun, ia tidak akan masuk ke hotel prodeo.

Say, yang mengaku sebagai ateis, kerap mengkritik kebijakan partai berkuasa yang memiliki akar Islam yang kuat. Dia menuding pemerintah memiliki agenda terselubung untuk mempromosikan nilai-nilai konservatif di Turki. [IK/Kmp/bsb]

4 comments:

  1. Allahu akbar! turki makin kesini makin mantep,

    ReplyDelete
  2. mantabs, tegas, coba pemerintah indonesia juga bisa tegas begini

    ReplyDelete
  3. tegas perlu ditiru di indonesia..

    kalo ada pelaku kejahatan tangkap pelakunya, jangan membesar-besarkan masalah hingga agama dbawa2, karena islam itu sempurna, tergantung individu masing-masing yang melakukan khilaf

    ReplyDelete

Powered by Blogger.