Header Ads

Aksi Bela Islam

Pelajar yang Permainkan Shalat Dilarang Ikut UN, Mendikbud: Itu Keterlaluan


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengaku heran dengan sanksi yang dijatuhkan pihak sekolah pada 5 siswi SMAN 2 Tolitoli berupa larangan ikut ujian nasional (UN). Menteri yang sempat didesak mundur lantaran kasus keterlambatan soal UN itu menilai hukuman tersebut berlebihan.

“Itu keterlaluan, berlebihan sekali itu,” kata Nuh saat meninjau pelaksanaan UN SMP di Pulau Pari Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (23/4) dikutip dari Detik.com.

“Anak yang sedang berada di lembaga pemasyarakatan saja masih boleh ikut UN, mereka kan masih dalam proses belajar, kenapa harus dilarang?” tambah Nuh.

Pekan lalu, video 5 siswi SMAN 2 Tolitoli yang beredar di internet membuat heboh. Dalam video berdurasi 5 menit 34 detik itu, mereka terlihat sedang memperagakan shalat. Parahnya, di tengah-tengah shalat didengarkan iringan musik barat. Lalu mereka pun berjoget di tengah shalat mengikuti iringan musik tersebut.

Pihak sekolah kemudian menjatuhkan sanksi kepada kelima siswi tersebut. Mereka dikeluarkan dari sekolah sehingga tidak bisa mengikuti UN. [IK/Dtk/Fmd/bsb]

2 comments:

  1. dian terang bendenrang27 April 2013 at 10:10

    walah piye tho pak mentri???. ini yang dimainin itu ayat ayat dan syari'at utama islam. sholat. perlu dicatat dan diingat ya, mereka sudah baligh, sudah bisa mikir kalau itu salah. saya dukung itu kepala sekolahnya. turut simpati juga, mikir muridnya sampai beberapakali pingsan. yang keterlaluan itu, carut marutnya UN!. pak mentrinya nyantai aja.......

    ReplyDelete
  2. Benar juga pak Mentri, mereka punya hak untuk ikut UN knapa hrus diberi sanksi, kan biar generasi2 berikutnya bisa mncontoh2 dan semakin mempermaikan dan melakukan penistaan wong sanksinya nga jelas,.. (Kata lain p'mentri juga mndukung dong penistaan agama),.. Klo seandainya p'mentri yg jd KepSek kira2 tindakan apa ya yg harus p'mentri ambil!??

    ReplyDelete

Powered by Blogger.