Sinetron "Haji" Rendahkan Islam, KPI Panggil Dua Stasiun TV


Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memanggil dua stasiun televisi nasional, Senin (22/4), terkait sinetron-sinetron "haji" yang banyak dikeluhkan masyarakat karena dinilai merendahkan Islam. Menurut KPI, RCTI dan SCTV pun dipastikan akan hadir untuk memberi penjelasan dalam pertemuan hari ini.

Sesuai surat undangan KPI, pagi ini pukul 10.00 WIB mereka dijadwalkan akan bertemu KPI.

"Mereka kita undang ke KPI, untuk kita minta penjelasan terkait alasan dan latar belakang penayangan sinetron yang menokohkan karakter 'Pak Haji' yang banyak dikeluhkan masyarakat belakangan ini," ujar Ezki kepada Republika, Ahad (21/4) malam.

Ia menambahkan, isi sinetron penokohan 'Pak Haji' dan tokoh agama di cerita sinetron tersebut, dianggap telah menghina dan menjelekkan simbol agama Islam. Beberapa judul sinetron yang menjadi keluhan diantaranya Islam KTP (RCTI), Tukang Bubur Naik Haji (RCTI), Haji Medit (SCTV) dan Ustad Fotocopy (SCTV).

Sebelumnya, Organisasi Masyarakat Televisi Sehat Indonesia (MTSI) mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegur stasiun televisi yang menayangkan sinetron merendahkan simbol agama tertentu karena telah meresahkan masyarakat Indonesia.

"Tayangan sinetron tersebut telah memunculkan persepsi buruk tentang tokoh panutan dalam agama Islam," kata Pembina MTSI Fahira Idris dalam rilis yang diterima bersamadakwah, Rabu (17/4) lalu.

Selama ini, umat Islam "banyak bersabar" atas film, sinetron dan tayangan televisi yang dinilai merendahkan umat Islam. Berbeda dengan pemeluk agama lain yang cepat memprotes tayangan yang dianggap merendahkan agama mereka. Misalnya, umat Hindu yang segera memprotes sinetron Angling Dharma begitu muncul bagian cerita yang dianggap melecehkan simbol Hindu. Indosiar pun kemudian menghentikan sinteron tersebut. Demikian pula sinetron "Kisah Sembilan Wali" di stasiun televisi yang sama akhirnya dihentikan setelah diprotes umat Hindu. [AM/Rpb/bsb]
Powered by Blogger.