Header Ads

Aksi Bela Islam

Suriah Butuh Dokter Spesialis Mata dan Spesialis Bedah


Hingga saat ini belum ada tanda-tanda konflik berkepanjangan di Suriah akan segera berhenti. Rudal scud masih menghujani bumi Syam itu, menambah panjang daftar korban jiwa. Data terakhir menunjukkan, pada bulan Maret saja tercatat 6000 korban jiwa yang meregang nyawa.

Sekembalinya dari Suriah, setelah dua pekan bertugas menangani korban bersama tim medis Aksi Cepat tanggap (ACT), Suster Metty Yuniarti (24) menyampaikan pesan rakyat Suriah kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk terus memberikan perhatiannya terhadap penderitaan warga Suriah yang sedang mengalami gejolak kemanusiaan.

“Perkembangan terakhir di sana, tepatnya di wilayah Dar’a terus menerus dihujani bom, hingga rumah sakit di sana juga terkena bom, terpaksa para warga diungsikan ke Yordan. Dan untuk pengungsian di perbatasan garis depan, yang awalnya pengungsi masuk 2000 orang per-hari, saat ini bisa mencapai 9000 orang per-harinya,” ungkap Metty.

Selain itu, penyakit yang menimpa warga juga semakin bertambah. Kondisi cuaca dingin yang ekstrim membuat sebagian besar warga terutama balita dan anak-anak mulai terjangkit beberapa penyakit antara lain asma, flu, dan batuk, selain luka-luka akibat dampak dari peperangan.

“Di sana banyak sekali bayi dan anak-anak yang tertimpa penyakit,” tuturnya
Kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah dokter spesialis mata dan bedah. “Di sana sangat dibutuhkan dokter spesialis mata dan bedah, terutama yang sudah memiliki ijin internasional. Karena kalau cuma memiliki ijin nasional, masih harus ditemani dokter-dokter setempat dalam menangani pasien”. []

Kontributor:
Ahmad Muslim
Public Relations Officer
Aksi Cepat Tanggap (ACT)
Menara 165 Office Tower 11th floor
Jl. TB Simatupang Kav. 1 Cilandak
Jakarta Selatan 12430

No comments

Powered by Blogger.