Astaghfirullah, Puluhan Orang Demo Legalisasi Ganja di Jakarta


Puluhan massa Lingkar Ganja Nusantara (LGN) menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran HI di Jakarta, Sabtu (4/5). Dalam aksinya mereka menuntut legalisasi ganja sebagai obat dan menyetop pengejaran terhadap pengguna ganja.

Mereka mengklaim ganja adalah solusi untuk berbagai penyakit seperti kanker, autisme, insomnia dan AIDS.

“Ganja legal adalah solusi kanker, PTSD, AUTISME, Tourette, insomnia, AIDS” bunyi salah satu poster dalam demo yang membuat Jalan Thamrin macet itu.

Demonstran juga beralasan pelarangan ganja adalah pelanggaran HAM. Menurut mereka, ganja adalah barang ciptaan Tuhan, mengapa harus dilarang?

Ganja adalah tumbuhan genus cannabis yang mengandung zat narkotika tetrahidrokanabinol (THC) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ganja dimasukkan sebagai narkotika golongan I. Yaitu jenis narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi yang sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.
Demo Legalisasi Ganja macetkan Thamrin (detikfoto)

Dulunya daun ganja dipakai sebagian masyarakat –terutama di Sumatera- sebagai penyedap masakan. Namun setelah diketahui bisa memabukkan saat dibakar dan disedot asapnya, terjadilah penyalahgunaan yang kemudian menimbulkan ketergantungan dan merusak syaraf otak.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amidhan, ganja difatwakan haram karena mengandung zat yang memabukkan. “Ganja selama ini difatwakan haram karena mengandung zat yang memabukkan. Karena sabda Rasulullah setiap yang memabukan diharamkan,” kata Amidhan.

Menurut Amidhan, klaim seperti yang disebutkan demonstran legalisasi ganja bahwa kandungan zat memabukkan dalam ganja bisa dihilangkan, tidak serta merta dapat dipercaya. Menurutnya, sebagai seorang muslim, perlu meneliti lagi kebenaran tersebut.

”Ganja memang sesuatu yang baru karena di zaman Rasullullah tidak ada. Karena itu kita tidak bisa langsung percaya begitu zat saja. Tapi tentu kita akan teliti ulang apakah benar zat memabukan dalam ganja benar-benar hilang,” ujarnya. [IK/Mdk/Dtk/bsb]
Poster Demo Legalisasi Ganja, Sabtu (4/5) di Bundaran HI. (foto: Merdeka.com)
Powered by Blogger.