Header Ads

Bagaimana Arogansi Oknum KPK di Kantor DPP PKS? Ini Videonya


Bagaimana kronologi oknum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel sejumlah mobil di kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), bahkan mau menyegel seluruh mobil dan gedung kantor milik Yayasan Markaz Dakwah (MD)? Mengundang para wartawan, PKS menggelar rekonstruksi peristiwa yang terjadi pada Senin (6/5) malam tersebut.

Video rekonstruksi berdurasi 19 menit 35 detik itu telah diupload di Youtube oleh akun PKS Indonesia. Selain rekonstruksi, PKS juga menggelar konferensi pers bersama Ketua Bidang Humas DPP PKS Mardani Ali Sera, Wasekjen PKS Bidang Komunikasi Politik Fahri Hamzah, serta Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS Al Muzammil Yusuf.

Berikut isi konferensi pers dari Fahri Hamzah, Mardani Ali Sera dan Al Muzammil Yusuf:

Fahri Hamzah:
1. Sebelum kasus yang menimpa LHI, alhamdulillah tdk ada satupun kader PKS yang terbukti dalam tuduhan korupsi. Ada satu dua orang yang dituduh korupsi namun kemudian alhamdulillah divonis bebas murni.

2. PKS tidak pernah tidak kooperatif sedikitpun sebagai institusi. Sebetulnya sejak saat penjemputan LHI pun kami bisa menolak. Tetapi karena KPK datang dengan membawa surat, Penyidik bertemu dengan pimpinan yang ada di gedung ini, maka kami berikan apa yang menjadi kewajiban dan hak mereka sebagai penegak hukum.

3. Ada festivalisasi yang luar biasa, ada sensasionalisasi terhadap kasus ini. Muncul kasus ini dimana penyidik KPK tiba tiba ingin membawa pergi mobil tanpa menunjukan surat tugas.

4. Terhadap kejadian ini, pertama, sekali lagi PKS tidak memiliki alasan apapun untuk menghalang halangi tindakan hukum pemberantasan korupsi. Tetapi, kami tidak bisa terima kalau ada orang tanpa membawa identitas dirinya tiba tiba ingin membawa pergi kendaraan yang ada di lingkungan rumah tangga kami. Dan security DPP telah melakukan prosedur yang benar dengan bertanya identitas dan kepentingan KPK. Tetapi sampai terakhir, KPK tidak mau memberikan selembar kertas pun kecuali berita acara penolakan. Itupun tidak ditandatangani karena mereka tidak menunjukkan identitas.

5. Terhadap penyitaan, urusan antara penyidik KPK yang resmi adalah dengan pemilik kendaraan yaitu pak Lutfi. Karena luthfi berhalangan bisa berhubungan dengan pengacara atau konsultan hukum yang bersangkutan. Yang konsultan hukum yang bersangkutan pun sehari hari ada di KPK. Kenapa penyidik tidak bicara baik baik dengan pengacaranya?

6. Yang kita mau adalah penegakkan hukum yang menghormati proses hukum itu sendiri.

Mardani Alisera:
1. Mari tegakkan hukum dengan cinta kasih, mari tegakkan hukum dengan penuh etika, mari tegakkan hukum dengan adab.

2. Kami Bukan Penjahat! Kesalahan LHI belum dibuktikan di pengadilan. Perlakukan sebagai warga negara. Karena itu ada prosedur.

3. Tidak ada PKS melawan KPK! KPK juga manusia, bisa salah. Mari kita kontrol bersama sama.

4. Kalaupun gedung mau disita, monggo! Asal ada prosedur yang jelas.

5. Mari beretika dalam penegakkan hukum bersama sama.


Almuzammil Yusuf:
1. KPK tidak perlu mengancam menghadirkan aparat kepolisian atau TNI untuk masuk ke gedung PKS. Karena sangat lucu. Mubazir. Silakan lebih cepat lebih baik. Bawa suratnya, petugas resmi, bertemu pengacara, sehingga jelas berita acaranya.

2. Kami akan menghormati dan mendukung cita cita KPK untuk memberantas korupsi. Oleh karena itu perlakuan KPK terhadap kamipun harus dibuktikan pada kasus kasus lain.

3. Rakyat kami harap jadi saksi. Jangan tebang pilih, kalau tebang pilih jadi politisasi. Kita ingin menjaga KPK dengan prestasi yang baik. Jangan tercoreng.

4. Mohon segera juga pihak-pihak yang terkait dengan hambalang, BLBI, century dan lain lain, TPPU diterapkan.

5. Mari dukung pemberantasan korupsi sesuai dengan aturan prosedur, sesuai dengan semangat keadilan.

6. Ahlan Wasahlan KPK. Segera datang, kami senang.

Video rekonstruksi rencana penyitaan mobil oleh KPK :

Powered by Blogger.