Header Ads

Aksi Bela Islam

Besuk Pagi Gerhana Matahari, Umat Islam Diimbau Shalat Sunnah dan Sedekah


Salah satu tanda kekuasaan Allah akan dapat disaksikan Jum’at (10/5) pagi. Gerhana matahari bisa disaksikan di hampir seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera bagian utara. Umat Islam pun diimbau untuk melaksanakan shalat gerhana.

Di Bandung, imbauan disampaikan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung KH. Miftah Faridl, Ketua PC Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bandung KH. Maftuh Kholil, Ketua Mathlaul Anwar (MA) Jabar KH. Fadhil Syamsuddin, Ketua Dewan Masid Indonesia (DMI) Jabar KH. R. Maulany, Ketua Persatuan Umat Islam (PUI) H. Iding Bahrudin, Sekretaris ICMI Jabar H. D. Sodik Mudjahid, Sekretaris Muhammadiyah Kab. Bandung H. Jamjam Erawan, dan Sekretaris Bidang Pendiidan Persatuan Islam (Persis) pusat KH. Komaruddin Saleh, Kamis (9/5).

Menurut KH Miftah, beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami Gerhana Matahari Cincin (GMC) sementara beberapa wilayah lain hanya akan mengalami GMS.

“Fenomena gerhana matahari bukan sebatas terjadi akibat posisi matahari, bulan dan bumi yang segaris dengan bulan menghalangi cahaya matahari yang masuk ke bumi, namun semua itu atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala,” kata KH Miftah dikutip dari pikiran-rakyat.com, (9/5).

Selain melaksanakan shalat sunnah gerhana, dalam imbauan itu juga disebutkan perlunya pengumpulan sedekah untuk diberikan kepada kaum Muslimin yang terkena musibah maupun masyarakat kurang mampu.

Meskipun gerhana sudah mulai pada saat matahari terbit, pelaksanaan shalat gerhana dan khutbah dinilai cukup waktu jika diestimasikan 30 menit.

“Diperkirakan waktu 30 menit sudah cukup untuk melaksanakan salat gerhana ini mulai dari salat dilanjutkan dengan khutbah,” kata Sodik Mudjahid. [AM/PR/bsb]

Waktu teramatinya gerhana matahari sebagian, Jum'at (10/5). Sumber: BMKG

No comments

Powered by Blogger.