Header Ads

Aksi Bela Islam

Di Balik Fatwa Kontroversial Yusuf Al-Qaradhawi

Judul : Di Balik Fatwa Kontroversial Yusuf Al-Qaradhawi
Penulis : Hepi Andi Bastoni MA
Penerbit : Pustaka Al-Bustan - Bogor
Cetakan : I ; Januari 2013
Tebal : XII + 520 Halaman ; 24.5 x 16 cm

Yusuf Al-Qaradhawi bukanlah sosok yang asing lagi dalam dunia pemikiran Islam kontemporer. Ijtihadnya yang kontroversial seringkali mengundang perdebatan dalam berbagai kalangan kaum muslimin. Sehingga, ada kalangan yang pro, kontra bahkan ada yang pada tingkatan mengkafirkan Syaikh kelahiran Mesir ini.

Buku ini dimulai dengan membahas biografi Qaradhawi. Lahir dalam keadaan yatim. Hafal Al-Qur'an pada usia 10 tahun. Usia 15 tahun, sang ibu wafat. Qaradhawi kecilpun hidup bersama pamannya, Ahmad. Bersama sang paman, ia belajar perniagaan.

Qaradhawi bergabung bersama Ikhwanul Muslimin sebagai kader remaja ketika ia duduk di kelas 4 sekolah dasar Sejak saat itu, ia mulai aktif berdakwah ke Damaskus, Oman, Palestina, dan lain-lain. Karena keaktifan dan kepandaiannya, beliau dijuluki teman-temannya di Al-Azhar dengan sebutan "Ensiklopedi yang Berjalan"

Qaradhawi menulis ratusan buku yang terbagi dalam 11 bidang keilmuan. Mulai Fikih dan Ushul Fikih, Ekonomi Islam, Ilmu Al-Qur’an dan Sunnah, Akidah, Fikih Perilaku, Dakwah dan Tarbiyah, Gerakan dan Kebangkiatn Islam, Pemikiran Islam, Wawasan Umum, Biografi Tokoh Islam, Sastra dan lain-lain. Dalam tiap bukunya, ia piawai menggabungkan antara orisinalitas, idealitas dan realitas.

Diantara guru beliau adalah Syeikh Hamid Abu Zuwail, DR Abdul Halim Mahmud, Syaikh Sayyid Sabiq, Syaikh Muhammad Al-Ghazali, Syaikh Mahmud Syaltut, Ibnu Rusyd, Imam Ibnu Hazm, Sayyid Quthb, Abul A’la Al-Maududi, Hasan Al-Banna dan lain lain.

Selanjutnya, buku ini menjelaskan tentang Fatwa dan Ijtihad dalam Islam. Dijelaskan pula tentang prinsip pokok dalam ijtihad kontemporer yang dilanjutkan dengan14 cara yang selalu dilakukan Qaradhawi sebelum membuat fatwa. Meliputi, penggabungan antara fiqih dan hadits, moderat, memberi kemudahan, memberi kabar gembira dan tidak menakut-nakuti, mempersatukan bukan mencerai-beraikan, memperhatikan realita, bersikap reformis dan tidak jumud, bebas dari fanatisme madzhab, memahami nash juz’i, membedakan antara qath’i dan zhanni, menggabungkan antara orisinalitas dan kemodernan, mengutamakan universalitas, internasionalitas dan memadukan antara naql dan aql.

Yang paling menarik, dijelaskan pula tentang bagaimana seharusnya menyikapi perbedaan pendapat. Dimulai dengan bahasan tentang sikap ulama’ terhadap mereka yang mencaci maki ulama’ lain, hingga sikap seorang muslim terhadap orang-orang yang mencaci maki ulama’. Di akhir bagian, disebutkan delapan contoh fatwa Qaradhawi yang dianggap kontroversial berikut sikap para ulama’. Diantaranya adalah komentar Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, “Buku-bukunya memiliki bobot ilmiah dan sangat berpengaruh dalam dunia Islam.” (Hal 505).

Akhirnya, semoga hadirnya buku ini menjadi sebuah pencerahan bagi siapa saja yang hendak memandang persoalan secara jernih sesuai awal diturunkannya. [Resensi buku Di Balik Fatwa Kontroversial Yusuf Al-Qaradhawi ini telah dimuat di Majalah Dakwah Islam Al-Intima’ – Bandung Edisi 040 (hal 21) Mei 2013/ Rojab 1434 H]


Penulis : Pirman
Penulis Antologi Surat Cinta Untuk Murobbi dan sejumlah buku lainnya
Penulis resensi di sejumlah media cetak

No comments

Powered by Blogger.