Header Ads

Aksi Bela Islam

Jelang Pemilu, Hamas – Fatah Bersatu


Dua faksi terbesar di Palestina, Hamad dan Fatah, sepakat untuk memulai musyawarah pembentukan pemerintahan rekonsiliasi nasional. Pemerintahan rekonsiliasi tersebut akan menjalankan tugas selama tiga bulan, termasuk pemilu 2013.

Kesepakatan dicapai dalam pertemuan kedua gerakan di Kairo, Mesir, Selasa (14/5). Berdasarkan teks kesepakatan, utusan Hamas dan Fatah sepakat pertemuan-pertemuan keduanya menjadi sesi permanen mulai ditandatanganinya kesepakatan hingga pembentukan pemerintahan rekonsiliasi dan penentuan waktu pemilu.

Kesepakatan ini juga menyatakan bhawa Presiden Otoritas Palestina, Mahmud Abbas, harus mengeluarkan kepres pembentukan pemerintahan rekonsiliasi dan kepres lain penentuan pelaksanaan pemilu tiga bulan setelah kesepakatan ditandatangani.

Palestina akan menggelar pemilu di tahun 2013 ini. Sebelumnya, Palestina terakhir mengadakan pemilu pada Januari 2006. Saat itu Partai Hamas menang mutlak dengan memperloleh 76 dari 132 kursi di parlemen. Namun, akibatnya, dunia internasional—tanpa alasan yang jelas dan masuk akal—beramai-ramai menyatakan pemboikotan terhadap kemenangan Hamas tersebut. Hamas dan partai penguasa Fatah kemudian terlibat konflik yang akhirnya membuat Hamas memerintah Jalur Gaza, sementara Fatah memerintah Tepi Barat.

Pekan lalu, Yusuf Qardhawi mengunjungi Gaza dan menyatakan dukungannya kepada perjuangan Hamas. Qardhawi menyatakan optimis setelah kemenangan Islam di Mesir dan Tunisia, Palestina juga akan mengalami hal yang sama.

Seperti diketahui, antara FJP yang memerintah Mesir, En Nahda yang memerintah Tunisa dan Hamas di Palestina memiliki hubungan yang sangat dekat dan diyakini merupakan bagian dari gerakan Islam terbesar di dunia, Ikhwanul Muslimin. [IK/Rpb/bsb]

No comments

Powered by Blogger.