Header Ads

Aksi Bela Islam

Lagi, Palestina Vonis Mati Agen Mossad


Sebuah pengadilan militer Palestina di Tepi Barat, Sabtu (4/5), menjatuhkan vonis mati kepada seorang pria setelah menyatakan ia terbukti menjadi agen Dinas Intelijen Israel (Mossad).

Terpidana yang berprofesi sebagai perwira keamanan itu mengakui bahwa ia melakukan kegiatan mata-mata untuk Israel, kata satu sumber di Pengadilan Militer Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA).

Terpidana berusia 23 tahun itu divonis akan menjalani hukum di depan regu tembak, setelah mendapat persetujuan Presiden Mahmoud Abbas.

Sebelumnya, sedikitnya 14 agen Mossad telah dieksekusi oleh Pemerintah Palestina di Jalur Gaza. Pemerintah di Jalur Gaza juga mentargetkan tahun 2013 sebagai tahun untuk mengakhiri fenomena agen Zionis di Gaza.

Pada pertengahan Januari lalu Juru bicara kementerian luar negeri Palestina di Gaza, Raed Islam Syahwan, mengungkapkan bahwa saat ini aparat keamanan sedang berperang secara tersembunyi dengan aparat intelijen zionis untuk memerangi fenomena agen spionase. Aparat keamanan Gaza terus mempersempit gerak agen Zionis dan mempersulit penyelundupan informasi.
Raed Islam Syahwan
Selama agresi negara penjajah Yahudi terakhir ke Gaza, Nopember 2012 lalu, pihak aparat keamanan berhasil mengungkap sejumlah agen spionase zionis di kawasan yang menjadi target serangan dan melalui penggunaan sarana teknologi, termasuk lewat jejaring sosial. Dari hasil penangkapan agen Zionis, diketahui bahwa mereka memiliki berbagai latar belakang, baik miskin maupun kaya.

Kementerian tengah membuka aksi pemberiaan maaf bagi para agen, setelah sejumlah agen menyerahkan diri dan saat ini dalam rehabilitasi.

Negara Zionis dikenal memiliki agen-agen spionase di banyak negara dengan iming-iming imbalan yang besar. Imbalan itu dinilai cukup menggiurkan, termasuk bagi orang yang mengaku beragama Islam namun tidak memiliki iman yang cukup kuat. [IK/Ant/IP/bsb]

No comments

Powered by Blogger.