Header Ads

Aksi Bela Islam

PKS Tolak Kenaikan Harga BBM


Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq menegaskan, PKS menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, penolakan itu telah diputuskan dalam pleno fraksi dan sudah disetujui oleh DPP PKS.

"Itu sebagai bentuk menyikapi aspirasi dari masyarakat," kata Mahfudz di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (31/5) sperti dikutip Jpnn.com.

Pemerintah sudah dua kali menaikkan harga BBM. Partai yang kini dipimpin Anis Matta itu pernah mengusulkan untuk meningkatkan sektor energi sehingga tidak ada lagi kenaikan BBM.

Namun demikian, usulan yang disampaikan PKS tidak didengarkan oleh pemerintah. "Masukan PKS ini tidak didengar," ucap Ketua Komisi I DPR tersebut.

Mahfudz menerangkan, sikap dalam koalisi tidak mesti satu suara. Apalagi sikap berbeda itu lebih rasional "Kita cuma menghindari stampel koalisi itu untuk memaksakan untuk ikut satu suara," tambah Mahfudz.

Sementara itu, demo menolak kenaikan harga BBM semakin marak. Tercatat, demo mahasiswa telah meletus di Aceh, Surabaya, hingga kota kecil seperti Bojonegoro, Jawa Timur. Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bojonegoro menggelar aksi unjuk rasa mengecam keputusan Pemerintah Pusat yang akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), kemarin (29/5). Dalam aksi di bundaran Adipura itu, mereka membawa dua ekor kambing dan sepeda onthel sebagai simbol kesengsaraan rakyat akibat kenaikan harga BBM. [JJ/Jpnn/Sbu]

2 comments:

  1. Setuju banget nih,, dengan penolakan harga "BBM" mau sampai harga berapa sih di naikin terus ??

    ReplyDelete
  2. Aku setuju bbm naik tapi hanya maksimal rp.6.000,- tidak perlu ada bantuan orang miskin. Dahulu ketika harga bbm rp.6.000,- banyak orang/badan membuat energi alternatif namun ketika harga bbm menjadi rp.4.500,- semuanya menjadi mentah. bpk harus meneliti penghematan subsidi bbm ini karena keterpaksaan rakyat menerima kenaikan harga bbm harus dihargai

    ReplyDelete

Powered by Blogger.