Header Ads

Aksi Bela Islam

Usai KPK Laporkan Johan Budi, Jubir KPK Berganti Mardani Ali Sera



فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً حَسَنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, tetapi Allahlah yang membunuh mereka; dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allahlah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al Anfal : 17)

Ayat di atas menjelaskan keterlibatan Allah dalam jihad yang dilakukan kaum muslimin. Sayyid Quthb dalam tafsir Fi Zhilalil Qur’an mengatakan bahwa terdapat beberapa riwayat yang ma’tsur di dalam menafsirkan “melempar” di sini. Yaitu bahwa lemparan itu adalah lemparan kerikil Rasulullah ke muka orang-orang kafir seraya mengatakan, “Rusaklah wajah mereka! Rusaklah wajah mereka!” Maka, lemparan itu mengenai wajah orang-orang musyrik yang telah ditetapkan pasti mati menurut ilmu Allah.

“Akan tetapi,” lanjut Sayyid Quthb, “petunjuk ayat ini lebih umum. Ia menggambarkan rencana Allah terhadap semua urusan di balik gerakan lahiriah Nabi dan golongan Islam yang bersama beliau.”

Karenanya, ketika mujahid dengan usahanya yang sederhana, yang secara matematis sangat kecil peluang anak panah mencapai musuh yang jauh, tetapi ternyata bisa tepat mengenai sasaran itu, mujahid tersebut mengambalikan urusan ini kepada Allah: wamaa ramaita idz ramaita, walaakinnallaaha ramaa.

Ketika mujahid Palestina menembakkan roket yang sederhana dan ternyata mampu meledakkan dan menjatuhkan pesawat Zionis, mujahid tersebut mengambalikan urusan ini kepada Allah: wamaa ramaita idz ramaita, walaakinnallaaha ramaa.

Halaman 1 Tribun Yogya edisi 13 Mei 2013
Ketika tiba-tiba tank atau peralatan tempur musuh hancur tanpa penjelasan yang masuk akal, para mujahid mengambalikan urusan ini kepada Allah: wamaa ramaita idz ramaita, walaakinnallaaha ramaa

Hari-hari ini, muncul sebuah fenomena. Tiba-tiba secara beruntun, media-media besar mengalami kesalahan fatal dalam memberitakan partai Islam. Tiba-tiba, mereka salah tulis dengan kesalahan yang sangat kentara. Dalam konten, bahkan dalam judul. Justru di saat ada kesan, mereka berlomba-lomba ‘menyerang’ partai Islam tersebut. Setelah sebuah media cetak menulis judul “KPK Laporkan Johan Budi ke Polisi” giliran sebuah televisi nasional menulis di layar kaca: “MARDANI ALI SERA: Juru Bicara KPK”. Selain dua media tersebut, banyak juga media lain yang salah tulis. Sekali lagi, anehnya, dalam waktu yang berdekatan.

Apa penjelasan dari semua itu? Bisa jadi ini adalah fenomena ‘wamaa ramaita idz ramaita, walaakinnallaaha ramaa’. Kader-kader gerakan Islam yang dizalimi memang terlihat diam, tidak ada aksi massa memprotes. Tidak ada cap jempol darah, dan sebagainya. Tetapi, dalam diam mereka berdoa. Dalam kesunyian mereka bermunajat kepada Rabbnya. Meminta pertolongan, meminta perlindungan. Bisa jadi ini adalah tanda dan bagian dari pertolongan Allah. Dan bukankah doa orang yang dizalimi itu mustajabah? Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]

15 comments:

  1. Besok ketua KPK adalah Anis Mata

    ReplyDelete
  2. saya di sini adalah kader PKS. hati kita marah dan sakit karena sesuatu yang tidak pernah kita lakukan di tuduhkan kepada kita. tetapi saya tahu ap yang harus saya lakukan . diam dan selalu berdoa agar Allah menunjukkan mana yang benar mana yang salah. untuk semua kader PKS kalian dimanapun berada bukan siapa2 kalian adalah DA'I ummat ini.jadi harus tahu apa yang harus kita lakukan sebagai dai'

    ReplyDelete
  3. Lusa, Ketua Dewan Syuro PK adalah SBY

    ReplyDelete
  4. Turut berduka cita atas kasus korupsi ♈ã♌ĝ menimpa para petinggi pks, hasanatul abror sayyiatul muqorrobin

    ReplyDelete
  5. Allah lah penolong orang orang mukmin

    ReplyDelete
  6. Aisyah@ ga usah berduka berdoa sja...lagian siapa yg korupsi terbukti jga belum di pengadilan..

    ReplyDelete
  7. sebagai pendukung pks sebaiknya kader2 pks bisa lebih baik di kemudian hari dalam memilih pemimpin yang bersih dari pada sebelumnya

    ReplyDelete
  8. kalau perlu rekening petinggi pks diawasi dan dipublikasikan biar tidak ada yang main belakang lagi, hal tersebut sama dengan berhianat kepada partai dan bangsa indonesia

    ReplyDelete
  9. fenomena yang luar biasa...
    hattrick bro!!
    semoga bisa segera terlihat mana yang benar dan mana yang salah...
    :)

    ReplyDelete
  10. PKS jadi berita dlm hitungan detik, para insan pertelefisian mengannggap ini sbg berita mahal krn retingnya tinggi, makanya yg namanya kekeliruan ketik itu sudah niscaya...

    ReplyDelete
  11. Hidup Fathanah

    ReplyDelete
  12. Niscaya itu klo tdk serentak di semua media dan tdk dlm waktu yg sgt berdekatan....Org Munafik zaman Nabi di biarkan ..tpi tdk di Sholati..

    ReplyDelete
  13. semoga allah memberi peringatan keras kepada pimpinan kpk agar berbuat adil,kpk diharamkan dimuati politiksasi

    ReplyDelete
  14. Afwan jiddan, judulnya bisa menyesatkan dan tidak perlu menuliskan judul seperti ini.

    ReplyDelete
  15. PKS kan bukan partai ISLAM lagi karena kadernya bisa dari non muslim. PKS kan sudah jadi partai terbuka.
    Kembalikan PK yang dulu. PK yang benar2 tempat umat ISLAM.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.