Header Ads

Aksi Bela Islam

BPS Ingatkan Bahaya Inflasi Jika Harga BBM Naik Pertengahan Juni


Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan pemerintah terhadap potensi meledaknya inflasi pada bulan Juli 2013. Hal ini terjadi jika pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sekitar pertengahan Juni.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo menyatakan di bulan Juli 2013 ini siklus tekanan inflasi berkumpul pada satu waktu. Kondisi ini bisa menjadi inflasi yang hebat.

"Juli ada puasa, liburan, uang sekolah, lengkap," ujar Sasmito di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Senin (3/6/2013).

Sasmito mengharapkan lonjakan inflasi pada bulan tersebut tidak akan membuat asumsi inflasi dalam RAPBN-P 2013 sebesar 7,2 persen tak sampai terlampaui.

"Mudah-mudahan tidak sampai segitu (di bawah 7,2%), tapi saya kira menjelang pemilu pemerintah akan all out juga untuk jaga ini, saya kira akan tercapai, malah kemungkinan bisa di bawah itu," ujarnya.

Ini bisa terjadi, asalkan seluruh pasokan pangan masyarakat bisa tersedia sehingga tidak terjadi inflasi karena kenaikan harga pangan tersebut.

"Kalau nanti suplai sehari-harinya memadai saya kira tidak akan besar juga sepanjang suplai kebutuhan Lebaran yang pokok sebangsa cabai, ayam, daging sapi, telur, terigu, margarin, minyak goreng semua tersedia, artinya suplainya aman saya kira akan aman," tegasnya.

Sasmito menambahkan dampak inflasi akibat kenaikan BBM bersubsidi yang direncanakan pada pertengahan bulan Juni ini akan terasa sekitar bulan Juni dan Juli. Namun, berdasarkan tren beberapa tahun terakhir, pada bulan Juni, inflasi tidak akan melebihi 1 persen.

"Bulan Juni moderat lah, biasanya sekitar 0,5%, mudah-mudahan tidak berat-berat amat lah karena kalau BBM naik di tengah bulan itu inflasi dampak langsungnya di bulan Juni dan Juli, jadi tidak numpuk di satu bulan," katanya. [sumber: detik.com]

No comments

Powered by Blogger.