HTI: Kondisi Mesir Sangat Menyedihkan


Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar Muktamar Khilafah 2013 di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, hari ini (2/6). Selain diisi pembicara dari dalam negeri, acara yang diikuti sekitar 100 ribu massa HTI itu juga menghadirkan sejumlah pembicara tamu “pejuang khilafah” dari luar negeri. Diantaranya Belanda, Mesir dan Tunisia.

Menurut pembicara dari Mesir Syaikh Syarif Zaeid, revolusi di negaranya adalah kabar gembira bagi perjuangan khilafah. Ia juga mengatakan, revolusi yang berhasil menggulingkan rezim Mubarak itu berbeda dengan revolusi yang terjadi di Libya. Revolusi Mesir telah melahirkan pemilu yang dimenangkan oleh partai Islam karena slogannya adalah “Al Islam huwal Hallu” (Islam adalah solusi) menunjukkan harapan warga Mesir terhadap Islam.

Sayangnya, kondisi Mesir saat ini sangat menyedihkan. Karena perubahan yang terjadi hanya perubahan luarnya saja, bukan berangkat dari sistemnya.

“Perubahan harus dilakukan dari pemikiran yang mendasar, bukan hanya dari rezim tetapi dari sistem” kata Syarif.

Karenanya Hizbut Tahrir menyerukan perubahan mendasar dengan mendirikan khilafah Islamiyah. “Perubahan besar dunia menuju khilafah,” seru Syarif memungkasi testimoninya.

Sebelumnya, laman resmi Hizbut Tahrir internasional merilis sebuah gambar berisi foto-foto pemimpin baru Mesir, Tunisia, dan sejumlah negara Arab lainnya. "Wajah-wajah baru, (tetapi) sistemnya sama-sama kufur" demikian pesan besar di gambar tersebut.[IK/lst]
Powered by Blogger.