Header Ads

Aksi Bela Islam

Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

Malam ini, insya Allah 15 Sya’ban 1434 H, merupakan malam nisfu Sya’ban. Sebuah malam yang memiliki keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam hadist riwayat Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al Albani sebagai berikut:

إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Sesungguhnya Allah memeriksa pada setiap malam nishfu Sya'ban. Lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali yang berbuat syirik atau yang bertengkar dengan saudaranya. (HR Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Al-Albani)

Mengenai keutamaan malam nisfu Sya’ban ini, Ibnu Taimiyah menjelaskan: “Telah diriwayatkan beberapa hadits marfu’ dan atsar yang berkenaan dengan keutamaan malam nisfu Sya’ban. Semua itu menunjukkan bahwa malam nisfu Sya’ban memang memiliki keutamaan. Sebagian ulama salaf mengkhususkannya dengan memperbanyak shalat... Mayoritas ulama dari mazhab kami, seperti Imam Ahmad, menyatakan bahwa malam nisfu Sya’ban memiliki keutamaan. Hal ini berdasarkan banyaknya hadits dan perkataan salafush shalih yang diriwayatkan berkenaan dengan keutamaan malam nisfu Sya’ban. Sebagian keutamaan tersebut diriwayatkan dalam beberapa kitab musnad dan sunan. Namun, banyak sekali hadits palsu yang dibuat berkenaan dengan malam nisfu Sya’ban.”

Kembali kepada hadits di atas, demikianlah keutamaan malam nisfu Sya’ban yang bersumber dari hadits shahih. Bahwa di malam ini –insya Allah- Allah akan memberikan ampunan kepada hamba-hambaNya, kecuali kepada dua golongan; pertama, mereka yang berbuat syirik, dan kedua, mereka yang bertengkar dengan sesama muslim.

Adapun mengenai menghidupkan malam nisfu Sya’ban dengan amal-amal tertentu, para ulama sejak zaman tabi’in telah berbeda pendapat. Penjelasan perbedaan pendapat mereka bisa dibaca DI SINI. []

4 comments:

  1. Banyak hadistnya, mana ?

    ReplyDelete
  2. Subhanallah... isitimewa
    Ya Allah, ampunilah kami di malam nisfu syaaban ini

    ReplyDelete
  3. Thanks ilmu gan,,! kunjungi blog sy ya, n follow jg donk.
    http://khairul-warisin-87.blogspot.com

    ReplyDelete
  4. Amalan Nisfu Sya’ban dalam Islam? Sya’ban dalam Islam?


    ﷲُ َ رَﺿِﻲ َ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔ َّ أَن رَأَﻳْﺖُ ﻣَﺎ ْ: ﻗَﺎﻟَﺖ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﷲُ ﺻَﻠﱠﻰ ِﷲ ُ رَﺳُﻮْل اِﺳْﺘَﻜْﻤَﻞَ َ ﺳَﻠﱠﻢ َو ِ ﻋَﻠَﻴْﻪ إِﻻﱠ ُّ ﻗَﻂ ٍ ﺷَﻬْﺮ َ ﺻِﻴَﺎم ﻓِﻲْ ُ رَأَﻳْﺘُﻪ وَﻣَﺎ َ، رَﻣَﻀَﺎن َ، ﺷَﻌْﺒَﺎن ْ ﻓِﻲ ُ ﻣِﻨْﻪ ٍ ﺷَﻬْﺮ ﻛُﻠﱠﻪُ َ ﺷَﻌْﺒَﺎن ُ ﻳَﺼُﻮْم َ ﻓَﻜَﺎن ﻗَﻠِﻴْﻼً َّ إِﻻ

    اﻟﺸﱡﻬُﻮْرِ َ ﻣِﻦ ُ ﺗَﺼُﻮْم َ أَرَك ْ ﻟَﻢ َ، ﺷَﻌْﺒَﺎن ْ ﻣِﻦ ُ ﺗَﺼُﻮْم ﻣَﺎ ﻳَﻐْﻔِﻞُ ٌ ﺷَﻬْﺮ َ ذَاك َ: ﻗَﺎل وَ ٍ رَﺟَﺐ َ ﺑَﻴْﻦ ُ ﻋَﻨْﻪ ُ اﻟﻨﱠﺎس ﺗُﺮْﻓَﻊُ ٌ ﺷَﻬْﺮ َ ﻫُﻮ َو َ، رَﻣَﻀَﺎن رَبﱢ إِﻟَﻰ ِ ﻓِﻴْﻪ ُ اْﻷَﻋْﻤَﺎل ﻳُﺮْﻓَﻊَ ْ أَن ُّ ﻓَﺄُﺣِﺐ َ، اﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦ ﺻَﺎﺋِﻢٌ أَﻧَﺎ َو ْ ﻋَﻤَﻠِﻲ

    ﺷَﻌْﺒَﺎنَ ْ ﻣِﻦ ُ ﻟَﻴْﻠَﺔ ْ ﻛَﺎﻧَﺖ إِذَا وَﺻُﻮْﻣُﻮْا ﻟَﻴْﻠَﻬَﺎ ﻓَﻘُﻮْﻣُﻮْا ﻳَﻨْﺰِلُ َﷲ َّ ﻓَﺈِن ﻧَﻬَﺎرَﻫَﺎ إِﻟَﻰ ِ اﻟﺸﱠﻤْﺲ ِ ﻟِﻐُﺮُوْب ﻓِﻴْﻬَﺎ أَﻻَ ُ ﻓَﻴَﻘُﻮْل اﻟﺪﱡﻧْﻴَﺎ ِ ﺳَﻤَﺎء ﻟَﻪُ َ ﻓَﺄَﻏْﻔِﺮ ْ ﻟِﻲ ٍ ﻣُﺴْﺘَﻐْﻔِﺮ ْ ﻣِﻦ أَﻻَ ُ ﻓَﺄَرْزُﻗَﻪ ٌ ﻣُﺴْﺘَﺮْزِق َ أَﻻ أَﻻَ ﻛَﺬَا َ أَﻻ ُ ﻓَﺄُﻋَﺎﻓِﻴَﻪ ﻣُﺒْﺘَﻠًﻰ اﻟْﻔَﺠْﺮُ َ ﻳَﻄْﻠُﻊ ﺣَﺘﱠﻰ ﻛَﺬَا

    Amalan Nisfu Sya’ban Menurut Islam

    Bagaimana dengan amalan malam Nisfu Sya’ban yang dilakukan oleh banyak orang? Apakah amalan nisfu sya’ban dibenarkan menurut agama islam

    Ada beberapa riwayat yang shahih tentang keutamaan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, tetapi tanpa mengkhususkan sebagian hari-harinya, di antaranya:

    Sesungguhnya Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku tidak pernah sekali pun melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali (pada) bulan Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau (banyak berpuasa -ed) dalam suatu bulan kecuali bulan Sya’ban. Beliau berpuasa pada kebanyakan hari di bulan Sya’ban.” (HR. al-Bukhari: 1868 dan HR. Muslim: 782)

    Dalam hadits yang lain, Usamah bin Zaid berkata,

    “Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa dalam beberapa bulan seperti puasamu di bulan Sya’ban. Beliau menjawab, ‘Itu adalah satu bulan yang manusia lalai darinya. (Bulan itu adalah) bulan antara Rajab dan Ramadan, dan pada bulan itu amalan-amalan manusia diangkat kepada Rabbul ‘alamin, maka aku ingin supaya amalanku diangkat pada saat aku berpuasa.’ ” (HR. an-Nasa’i: 1/322, dinilai shahih oleh al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil: 4/103)

    Adapun pengkhususan hari-hari tertentu pada bulan Sya’ban untuk berpuasa atau qiyamul lail, seperti pada malam Nisfu Sya’ban, maka hadits-haditsnya lemah bahkan palsu. Di antaranya adalah hadits:

    “Jika datang malam pertengahan bulan Sya’ban, maka lakukanlah qiyamul lail, dan berpuasalah di siang harinya, karena Allah turun ke langit dunia saat itu pada waktu matahari tenggelam, lalu Allah berkata, ‘Adakah orang yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku akan ampuni dia. Adakah orang yang meminta rezeki kepada-Ku, maka Aku akan memberi rezeki kepadanya. Adakah orang yang diuji, maka Aku akan selamatkan dia. Adakah demikian dan demikian?’ (Allah mengatakan hal ini) sampai terbit fajar.” (HR. Ibnu Majah: 1/421; HR. al-Baihaqi dalam Su’abul Iman: 3/378)

    Keterangan (hadits lemah nisfu sya’ban di atas -red):

    Hadits ini dari jalan Ibnu Abi Sabrah, dari Ibrahim bin Muhammad, dari Mu’awiyah bin Abdillah bin Ja’far, dari ayahnya, dari Ali bin Abi Thalib, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Hadits ini adalah hadits maudhu’/palsu, karena perawi bernama Ibnu Abi Sabrah tertuduh berdusta, sebagaimana dalam Taqrib milik al-Hafidz. Imam Ahmad dan gurunya (Ibnu Ma’in) berkata tentangnya, “Dia adalah perawi yang memalsukan hadits.”[1]

    Maka dari sini kita ketahui bahwa hadits tentang fadhilah (keutamaan ) menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dan berpuasa di siang harinya tidaklah sah dan tidak bisa dijadikan hujjah (argumentasi). Para ulama menyatakan hal itu sebagai amalan bid’ah dalam agama.[2]

    ReplyDelete

Powered by Blogger.