Header Ads

Aksi Bela Islam

Massa LDII Serang Pengajian IMM di Masjid Kampus UIKA

Sekelompok massa Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menyerbu masjid kampus Universitas Ibnu Khaldun (UIKA), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/6). Tanpa melepas sepatu, mereka memasuki masjid dan berteriak menuntut pengajian yang berlangsung pada saat itu dihentikan.

Tidak hanya berteriak, massa LDII juga melakukan tindakan anarkis. Mereka menganiaya dua orang panitia, seorang dosen, dan seorang satpam.

Seperti dilaporkan Hidayatullah.com dari pantauan kontributornya, puluhan massa LDII telah memenuhi Masjid Al Hijri UIKA sejak pukul 07:30 sebelum acara dimulai pada 08:00.

Massa keberatan dengan tema kajian yang membahas LDII sebagai kelanjutan dari aliran Islam Jamaah/Lemkari yang resmi dilarang Kejaksaan RI sejak tahun 1970-an.

Pemateri kajian tersebut, Adam Amrullah berhasil diamankan panitia dan satpam kampus dari amukan massa. Aparat kepolisian dari Polres Kota Bogor sudah berjaga-jaga di tempat kejadian.

Adam sendiri adalah mantan Ketua Pemuda LDII Jakarta Timur yang menyatakan keluar dari organisasi tersebut pada 2008.

"Kami warga LDII, kami gak suka dengan acara provokasi seperti ini," teriak massa LDII meminta pengajian yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu dihentikan. [IK/Hdy]

19 comments:

  1. ya jelas lah marah lha wong ormasnya diprovokasi yang ndak bener. meskipun NU, Muhammadiyah, dll, kalo diprovokasi yang ndak bener ya jelas marah lah. Coba dipikirkan lagi buat yang nulis beritanya. Saya orang LDII, di LDII tidak ada ajaran sesat seperti yang orang-orang katakan. Jika ingin buktinya silahkan anda datang ke pengajian kami dan melihat sendiri secara langsung

    ReplyDelete
  2. Sy yang orang awam pernah baca dan dengar dr teman sy sendiri,klo orang selain LDII Sholat ditempat atau dirumah org LDII sajadahnya disendirikan,benar gak tuh?

    ReplyDelete
  3. @Yusug al Asad: Ya iyalah, mana ada orang atau kelompok yang ngaku sesat. Kalau ngaku sesat berarti udah sadar akan kesesatannya, seperti Adam itu bro... aya aya wae ente...

    ReplyDelete
  4. Ini berarti "undangan" dari LDII. Selama ini kan umat Islam manut aja untuk tidak bertindak tegas kepada LDII. Itu kan acara diskusi, seharusnya kalau mau mereka bisa ikut di dalamnya. Minta kepada panitia untuk dilibatkan, sampaikan mana yang benar dan tidak. Kalau begini, LDII sudah mengirim sinyal kekerasan kepada umat Islam. Sudah segitu "najiskah" masjid umat Islam di luar LDII sampai tidak membuka alas kaki? Perilaku anda jelas2 tidak menghormati tempat ibadah umat Islam. Haruskah kami menghormati agama anda?

    ReplyDelete
  5. @Liem Mokoy : Salah itu. Saya LDII, waktu SD, SMP saya sering ngajak teman2 saya yang luar LDII sholat di masjid LDII deket rumah saya, dan gak pernah yang namanya sajadah di sendiriin -___-

    @Anonim : Undangan dari LDII ? itu karena Anda cuma liat berita ini aja.. Anda tau ? dulu di kota saya pernah Masjid LDII (yang masih dibangun, belum selesai) dirobohkan sama salah satu ormas Islam lain yang juga terkenal (ga usah sebut merk) tanpa alasan yang jelas.

    ReplyDelete
  6. Saya heran kenapa banyak sekali yang berpendapat bahwa LDII sesat. saya pernah mengamati pengajian LDII di masjid dekat rumah saya, disitu saya sangat terharu sekaligus merasa kagum karena ternyata didalam pengajian LDII benar-benar mengaji secara Al-Quran dan Hadist. tidak hanya itu didalam pengajian itu sangat terlihat sekali kekeluargaan yang sangat kuat mulai dari anak-anak remaja sampai tua mengaji bersama. Subhanallah...
    ini merupakan sedikit cerita dari saya kalau misal kalian yang membaca kurang percaya silahkan buktikan sendiri

    ReplyDelete
  7. umat Islam jelas di adu domba itu

    ReplyDelete
  8. segera bertaubat dan kembali ke jalan yang benar

    ReplyDelete
  9. bang Balighani benaran nanya nih Bang, kenapa sih mesti ada masjid LDII? di rt RW sy bang, orang NU, Muhammadiyah, persis, HTI, PKS, jemaah tabligh, fpi Masjid nya sama bang. kita juga urunan bang ngebangunnya. diluar kegiatan sholat klo mo make masjid juga bisa, gantian. tinggal ngomong aja ama marbot. biar diatur jadwalnya. ini masjid LDII bedanya apa bang?

    ReplyDelete
  10. @Yusuf Al Asad --->kalo nyimak komentar anda,berarti tindakan pengrusakan mesjid dan Al Quran dibenarkan atas kemarahan krn loyalitas thd organisasi dibenarkan ya bang?trus dimana anda letakkan sikap mengagungkan syiar Allah?ini bukan pasal LDII,Mantan atau IMM,,,tapi penistaan syiar Allah,,apa pokok ajaran anda?loyalitas thd kelompok atau loyalitas terhadap Allah (tauhid)?

    ReplyDelete
  11. Banyak hal yang janggal di ajaran LDII, hanya orang dangkal pengetahuan agama yg bisa tertarik dan masuk LDII. seolah2 yang masuk surga hanya LDII saja yg lain najis dan kafir. Jangan ngelak dah! kasih aja alasan kenapa bgtu?

    ReplyDelete
  12. Namanya Lembaga Dakwah Islam Indonesia, tapi sama sekali tidak mencerminkan Dakwah Islam.
    Komentar Yusuf Al Asad kok aneh ? “Saya orang LDII tidak ada ajaran sesat di LDII”, jadi yang ada ajaran berbuat anarkis di Masjid yah? Menginjakkan kaki di Masjid tanpa buka sepatu?
    Muslim awam pun tahu kalau berbuat anarkis di Masjid, apalagi menginjakkan kaki tanpa membuka sepatu, itu bukan saja perbuatan yang jauh dari tuntunan Islam, tapi benar-benar telah menghina umat Islam, kecuali menganggap masjid itu masjid orang kafir dan itulah salah satu kesesatan ajaran LDII mengkafirkan orang di luar LDII. Saudara saya (laki-laki) ada yang masuk LDII dan menjadi anggota SETKOM (Sentral Komunikasi) kebetulan hubungan dng saya “baik”, dan salah satu faham yang menyesatkannya seperti itu, menganggap kafir orang yang diluar LDII, tapi menurut dia hal itu boleh tidak diucapkan, hanya dalam hati saja. Tapi dia tidak mau melanjutkan diskusi tentang hal itu, mungkin spontan, tidak sadar kalau yang diajak bicara adalah sy (saudara “baiknya” yang bukan anggota LDII). Kesesatan yang lain adalah untuk ilmu agama tidak boleh belajar pada guru yang lain selain dari guru LDII, hal itu diketahui ketika saudara saya yg lain lagi (perempuan), masuk LDII melalui program pendidikan gratis di pondok pesantren LDII di daerah Pondok Gede. MUI sendiri hampir mengganggap LDII sesat karena diduga masih terkait Islam Jama’ah yang prinsip-prinsipnya menyimpang dari ajaran Islam. MUI pun sudah mengkaji LDII tapi ternyata menurut MUI LDII sudah tidak terkait dengan prinsip-prinsip Islam Jama’ah, hal itu berdasarkan investigasi MUI dibeberap kota (Jakarta, Surabaya dan Kediri) LDII sudah mempunyai Paradigma Baru, maksudnya adalah sudah tidak menggunakan prinsip-prinsip Islam Jama’ah. Hal inilah yang menjadi kajian ilmiah di UIKA “Menyingkap Kedustaan Paradigma Baru di LDII”, sebab menurut Adam Amrullah (mantan aktivis LDII) LDII pintar berdusta, paradigma tersebut hanya dusta, tentu dia punya bukti dan fakta-fakta akurat. Kalau saya sih percaya, karena pengalaman saudara saya yang menjadi anggota LDII, sulit untuk membuka ta’bir yang sebenarnya, karena dia tidak akan mengatakan yang sebenarnya, kecuali kita ikut berdusta pura-pura sepaham dengan dia, atau masuk menjadi anggota LDII (konsekwensinya tentu harus melakukan semua ajarannya, walaupun cuman berpura-pura).
    Saran saya buat anggota LDII, panggil saja mantan aktivis LDII tersebut suruh paparkan dimana yang dianggap sesatnya, kalau tidak benar berikan argumennya, jangan lupa MUI musti ada disitu. Namanya juga LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) siapa takut? Justru kesempatan untuk ber Dakwah. Dan kalau memang benar yang dipaparkan oleh mantan aktivis LDII itu dan anda belum tahu, kan beruntung anda tinggal keluar dari LDII dan terbebas dari kesesatan!
    Gitu aja kok repot-repot!

    ReplyDelete
  13. setiam manusia pasti punya masalah......
    sejak berdiri dari thn 1972 samapai sekarang persentase anatara
    LDII menyerang suatau kelompok , dan
    LDII di serang oleh suatu klompok itu 99,99:).1%
    LDII tdak akan mnyerang tanpa sebab.. apalagi samapai.. MAAF tdak mlepaskan alas kaki nya...brarti ksalahan yg dilakukan oleh pihak lain sudah klewatan batas,,, smpai2 warga LDII yg sangat mnghrmati msjid tanpa sadar mlakukannya... lagian saya rasa itu bkan LDII tapi hanya penyususp yang ikut anarkis... karna biar bagai manapun smua ormas islam mengagungkan masjid .. apapun aliranya. ini berdasarkan pngamatan saya...
    saya orang muhammadiyah tapi saya sangat mnghargai LDII....

    ReplyDelete
  14. Saya mantan LDII, modus operandi LDII memang seperti apa yang dilakukan Yusuf Al Asad dan Adam Sa.

    Mereka kaum LDII tidak akan pernah berani diskusi terbuka tentang ajaran mereka. Karena ada pokok pokok ajaran mereka yang memang dirahasiakan dari umat Islam.

    Ajaran yang dirahasiakan antara lain:

    1. Bahwa sahnya Islam seseorang harus melalui bai'at kepada Imam di balik organisasi topeng mereka, jika tidak mempunyai Imam, maka hukumnya tetap kafir.
    2. Tidak mau shalat bermakmum dibelakang golongan selain mereka, karena menganggap shalatnya orang selain golongan mereka tidak sah, oleh sebab itu, mereka mendirikan masjid masjid sendiri, walaupun di sekitar lingkungan mereka ada masjid yang telah berdiri.
    3. Kewajiban membayar Infak sebesar 10% dari penghasilan mereka setiap bulan kepada Imam mereka.
    4. Tatacara tobat sebagaimana kaum Nasroni, yaitu dengan penyaksian dari Imamnya.
    5. Tatacara menikah dengan melakukan akad nikah dua kali. Yang pertama akad nikah dilakukan secara internal di kalangan mereka, yang disebut Nikah Dalam. Yang kedua adalah Nikah Luar di KUA. Hal ini dilakukan karena mereka menganggap nikah di KUA tidak sah, karena petugas KUA dianggapnya tidak menjalankan syariat Islam sebagaimana ajaran mereka. Jadi,prosesi akad nikah di KUA hanyalah sebagai formalitas untuk mendapatkan surat nikah.
    Dan masih banyak ajaran ajaran sesat yang lain.

    Mereka cenderung tikak berani berdialog secara terbuka dengan mantan mantan pengikut LDII, karena mereka sudah tidak bisa berhujjah dengan dalil dalil jika berhadapan para mantan mantan LDII.

    Modus operandi yang dilakukan oleh orang orang LDII, semisal yang dilakukan Yusuf Al Asad dan Adam Sa, yaitu mengajak umat muslim di luar golongan mereka ke tempat tempat kajian mereka.

    Dengan mengundang kaum muslim di luar golongan mereka ke markas mereka, maka mereka dapat leluasa bersandiwara untuk menerapkan tipu dayanya.

    Sebagai catatan tambahan, LDII menghalalkan dusta kepada umat Islam di luar golongan mereka, karena mereka menganggap muslim di luar mereka kafir, sehingga boleh dibohongi. Kedustaan tersebut di kalangan mereka dikenal sebagai Fathonah Bithonah Budi Luhur

    Nasehat kepada Umat Muslim di Indonesia, lebih baik saudara sekalian menjauhi aliran ini, lebih baik memperhatikan kondisi actual di lapangan daripada membaca pembelaan mereka di situs situs resmi mereka. Karena apa yang ditulis di situs situs organisasi mereka, tidaklah lebih untuk tujuan pencitraan.

    ReplyDelete
  15. @Yusuf Asad : sy udh pernah ikut ngaji dan Imam anda mengatakan bahwa selain LDII dianggap kafir..

    ReplyDelete
  16. ikut aja ngaji langsung bro,... biar tau mana yang benar dan mana yg salah, bukan kata orang atau katanya......

    ReplyDelete
  17. MAAF BAGAIMANA DENGAN SAYA,..SHALAT DI MASJID LDII,..BARU MASUK UDAH DI IKUTI KAIN PEL,..KELUAR MASJID,..BEKAS SUJUD SAYA DI LAP DAN DI PEL,..PARAHNYA,..BAK AIR WUDHU JUGA DI KURAS GARA GARA SAYA WUDHU,..GINI CARANYA,..MAAF SAYA BUKAN NAJIS!

    ReplyDelete
  18. kalau bukan aliran sesat kenapa MUI mengeluarkan fatwa sesat buat LDII....????kalu mau complain langsung aja ke MUI...jangan maen serang masjid suci dengan tanpa membuka alas kaki....kalau bukan aliran menyimpang mana mungkin organisasi Ulama terbesar di Indonesia mengeluarkan fatwa SESAT kepada LDII???memalukan....,lakum dinukum waliadien....

    ReplyDelete
  19. Hadeehh...manusia, WAHAI KALIAN MANUSIA, GUNAKANLAH DALIL SAAT AKAN MENGATAKAN SESAT PADA SESEORANG, BUKAN PENDAPAT

    PENGGUNAAN PENDAPAT TANPA DALIL YANG MERUJUK PADA PERKATAAN NABI AKAN BERAKIBAT DI ---PANGGANG-- DI API NERAKA.......

    (al-Turmuzi berkata): Sufyan bin Waki’ menceritakan kepada kami, (Sufyan berkata): Suwaid bin `Amr al Kalbi menceritakan kepada kami, (Suwaid berkata): Abu `Awanah menceritakan kepada kami dari `Abd al A`la dari Sa`id bin Jubair dari Ibn `Abbas dari Nabi Saw, beliau bersabda; takutlah kalian (hati-hati dalam memegangi) hadis-hadis dariku kecuali yang benar-benar telah aku ajarkan kepada kalian, barangsiapa berbohong atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya dari api neraka, siapa yang mengatakan sesuatu tentang al-Qur’an dengan ra’yu nya (PENDAPATNYA) maka hendaklah ia menempati tempat duduknya dari api neraka

    ReplyDelete

Powered by Blogger.