Header Ads

Aksi Bela Islam

MPR Minta Kapolri Cabut Aturan Larang Polwan Berjilbab

MPR meminta Kapolri mencabut aturan yang tidak memperkenan polwan mengenakan seragam jilbab. Pasalnya aturan tersebut melanggar hak asasi manusia (HAM).

"Kami berharap Polri tak melarang anggotanya (polwan) mengenakan jilbab saat bertugas," kata Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin ketika dihubungi Republika, Ahad (16/6).

Lukman menyatakan berjilbab merupakan hak kebebasan warga negara menjalankan agama. Hak itu sendiri telah dijamin konstitusi. Toh, imbuh Lukman, tak ada ruginya bagi Polri membolehkan para polwan berjilbab. "Tak ada yang dirugikan dari penggunaan jilbab oleh polwan di kalangan institusi kepolisian kita," katanya.

Berjilbab, ujarnya, tidak akan mempengaruhi kinerja para Polwan. Lukman percaya kinerja, kedisiplinan, dan keserasian anggota Polri akan tetap terjaga meski berjilba. Hal ini sudah banyak dibuktikan instansi/lembaga pemerintahan yang membolehkan jilbab. "Itu sama sekali tak membawa dampak negatif apapun," ujarnya.

Lukman mengatakan Indonesia pernah mengalami masalah yang sama dengan pelajar putri yang dilarang berjilbab. Larangan itu akhirnya dicabut akibat desakan aspirasi masyarakat.

Lukman berharap Polri segera mengubah keputusannya terkait pakaian dinas. "Semoga perubahan aturan tentang pakaian seragam yang membolehkan jilbab ini segera ditetapkan, tanpa harus menunggu gejolak yang semakin besar di masyarakat," katanya. [Sumber: Republika]

4 comments:

  1. ADA YANG BILANG BAHWA TIDAK ADA ANGGARAN UNTUK BELI JILBAB..

    SOLUSINYA POLWAN BELI JILBAB SENDIRI ASAL WARNANYA SESUAI DENGAN SERAGAM POLISI..

    ReplyDelete
  2. Kalau Polri melarang muslimah polwan berjilbab itu artinya polri memusuhi Islam. Tunggu aj azab dan sanksi dari masyarakat Dan Allah SWT...

    ReplyDelete
  3. KAPAN WANITA TNI MENGIKUTI TEMEN-TEMENNYA YANG DI KEPOLISIAN ?????

    ReplyDelete
  4. hari gini melarang orang berjilbab.... apa yang memberatkan... ini kan perubahan kearah yang lebih baik

    ReplyDelete

Powered by Blogger.