Header Ads

Aksi Bela Islam

Awal Ramadhan Kita Berbeda

Bersumber dari Pak Cahyadi Takariawan dalam sebuah forum, penentuan awal Ramadhan biasa dikenal menggunakan metode ru’yatul hilal dan metode hisab. Untuk mengetahui apakah tanggal 1 Ramadhan 1434 = 9 Juli 2013, kita harus melihat keadaan atau posisi bulan dan matahari menjelang Maghrib 8 Juli 2013.

Dari hasil tayangan Software Stellarium, hilal sudah wujud namun akan mustahil tampak di nusantara, sebab posisi hilal sangat dekat dengan matahari yang jauh lebih terang daripada bulan sabitnya.

Dari lampiran hisab Moonsighting, dapat diketahui bahwa pada 8 Juli 2013 daerah yang mungkin tampak hilal adalah Amerika Selatan. Sedangkan pada saat itu di nusantara sudah melampaui waktu Isya’. Artinya untuk Amerika Selatan tanggal 1 Ramadhan = 9 Juli namun mulai dari Fiji dan Australia, 1 Ramadhan = 10 Juli, berdasarkan metode ru’yatul hilal.

Kesimpulannya, pertama, bagi yang memilih 1 Ramadhan = 9 Juli, memulai puasa pada saat bulan belum tampak di Indonesia. Kriteria yang digunakan adalah “wujudul hilal”, yaitu hilal wujud namun tidak tampak. Ini yang digunakan dasarnya oleh Muhammadiyah dengan kriteria wujudul hilal.

Kesimpulan kedua, bagi yang memilih 1 Ramadhan = 10 Juli, memulai puasa setelah bulan sabit pertama benar-benar bisa dilihat. Ini yang menjadi landasan NU dengan ru’yatul hilal.

Kesimpulan ketiga, perbedaan ini adalah persoalan ijtihadiyah. Hendaklah semua pihak bisa bertoleransi atas perbedaan yang ada dan tidak melunturkan semangat kita menyambut bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Wallahu a’lam bish shawab. [Gresia Divi]

1 comment:

  1. Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.