Header Ads

Aksi Bela Islam

Mantan Agen CIA Isyaratkan AS Terlibat Kudeta Militer di Mesir

Salah seorang mantan Agen CIA mengisyaratkan adanya peran Amerika Serikat (AS) dalam kudeta militer di Mesir, Rabu (3/7) lalu. Michael Scheuer yang pernah menangani kasus Usama bin Laden itu juga mengatakan ketidaksukaan AS kepada pemerintahan Islam.

"Pertanyaan yang muncul adalah apakah munculnya Pemerintahan Islam di dunia dapat diterima oleh orang-orang seperti Perdana Menteri Inggris David Cameron, atau Presiden AS Barack Obama..?" kata Scheuer.

"Kami takut dengan segala sesuatu yang berlabel Islam, meskipun tidak masuk akal untuk berharap muncul pemerintahan di Mesir yang tidak didominasi oleh kelompok Islam,” lanjutnya menjawab sendiri pertanyaan yang ia lontarkan.

Hal ini disampaikannya dalam sebuah wawancara baru-baru ini terkait peran Amerika yang berusaha untuk mendukung demokrasi di dunia, terutama Afghanistan dan sekaligus menolak harapan dari orang-orang Arab dan umat Islam yang menginginkan terbentuknya pemerintahan Islam, lansir eramuslim.

Ia menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri Amerika Serikat sejak 40 tahun yang lalu adalah mempertahankan Tirani, ia mengakui bahwa kebijakan tersebut buruk sejak awal.

"Tetapi apapun itu, seperti itulah strategi kami, dan kini telah mulai hancur.”

Scheuer menunjukkan bahwa kebijakan mendukung tirani hanya akan melahirkan dua hal, yang pertama pemerintahan Tiran, dan yang kedua adalah munculnya pelawanan Islam.

"Jika kita tidak mampu meraih kekuasan di Mesir seperti halnya Wilayah Florida di Amerika, lalu apakah kita akan menerimanya begitu saja? atau Kita akan masuk untuk mencoba menggulingkannya sampai kita mendapatkan sesuatu yang kita inginkan?" tandasnya.

Laporan khusus Aljazeera, Rabu (10/7), menguatkan isyarat mantan agen CIA itu. Puluhan dokumen pemerintah AS yang berhasil diakses menunjukkan, Washington telah diam-diam mendanai tokoh oposisi senior Mesir yang menyerukan penggulingan Presiden Mursi. [IK/Ajz/EM]

No comments

Powered by Blogger.