Header Ads

Aksi Bela Islam

Militer Bantai Pendukung Mursi, 120 Gugur, 4.000 Terluka

Sedikitnya 120 pendukung Presiden Mursi gugur (syahid, insya Allah) setelah diberondong pasukan Jenderal As Sisi, Sabtu (27/7) pagi waktu setempat. Pembantaian dimulai dengan penembakan gas air mata oleh para polisi menjelang fajar di bundaran Rabi’ah Adawiyah.

Sejumlah pemuda yang hendak menunaikan shalat Subuh membalas serangan polisi itu dengan melempar batu. Bukannya berhenti menembakkan gas air mata, pasukan keamanan pro kudeta justru semakin beringas. Mereka memberondong massa dengan peluru tajam. Sedikitnya 120 pendukung Mursi syahid dan sekitar 4.000 lainnya luka-luka.

Pola serangan menjelang fajar tersebut mirip dengan serangan serupa terhadap pendukung Mursi di kompleks Garda Republik di Kairo 3 pekan lalu di saat massa sedang shalat Subuh yang menewaskan 61 orang, kata seorang wartawan Mesir seperti dikutip Fimadani.

Selain di Kairo, kekejaman militer dan pro kudeta juga dilaporkan terjadi di Iskandariyah, kota terbesar kedua setelah Kairo. Media massa setempat melaporkan, sekitar 200 pendukung Mursi masih terperangkap di Masjid Agung Qaid Ibrahim di pusat kota Iskandariyah akibat dikepung aparat kemanan sejak Jumat malam.

Peristiwa tragedi menjelang fajar ini tidak satu pun televisi Mesir menyiarkannya, dan hanya tampak berulang kali tayang ulang aksi demo pendukung tentara pada Jumat lalu. Sejauh ini, pihak Ikhwanul Muslimin dan pendukung Mursi menyatakan akan terus bertahan hingga hari Ahad besuk.

Penasihat Syaikh Al-Azhar, Dr.Hasan Syafi’i dalam pernyataannya di televisi Al-Jazeera mengutuk pembunuhan massal itu. Ia mengatakan, lebih 100 orang yang dibunuh dari kalangan pemuda Mesir itu bukan hanya dari Ikhwanul Muslimin dan seakan-akan mereka diperlakukan seperti bukan manusia.

Syaikh Hasan juga menyeru kepada para ulama Mesir khususnya Syeikh Al-Azhar Dr.Ahmad Thayyib, serta ulama yang berada di luar Mesir seperti Mekah, Syam, Malaysia, Singapura dan seluruh dunia untuk melakukan sesuatu.

Ia juga menyindir El Baradai yang tidak berkomentar apa-apa terhadap pembunuhan massal yang dilakukan militer hari ini.

“Di mana Dr.Muhammed El-Baradei? Yang mana ketika pemerintahan Dr.Mursi, ketika hanya seorang yang dibunuh ia berkata Mursi sudah hilang kelayakan memerintah. Bagaimana dengan pembunuhan beramai-ramai ini?” tandasnya. [AM/Fmd/bsb]

1 comment:

  1. strategi Mursi ya terlalu cepat melakukan proyek PENGHIJAUAN, ya seperti dialami oleh Masyumi di awal kemerdekaan.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.