Header Ads

Aksi Bela Islam

(Video) Beginilah “Ide Gila” As Sisi Menghabisi Demonstran Pro Mursi pada 26 Juli

Jenderal Abdul Fattah As Sisi yang telah mengkudeta Presiden Muhammad Mursi agaknya sangat kesal rencananya tidak berjalan dengan baik. Pemerintahan sementara yang ia bentuk tidak bisa melangkah, sedangkan jumlah demonstran pendukung Mursi terus bertahan, bahkan jumlahnya semakin banyak.

As Sisi pun kemudian mendapat “ide gila” untuk mengakhiri demonstrasi pro Mursi. As Sisi meminta pendukung kudeta untuk kembali turun ke jalan dengan tuntutan meminta militer menghentikan demonstrasi pendukung Mursi, khususnya di Rabiah Adawiyah.

“Saya meminta rakyat Mesir yang bebas dan mulia untuk turun ke jalan raya-jalan raya Jum’at (26 Juli) ini untuk memberikan kepada saya (militer) satu kuasa dan arahan untuk menyelesaikan teror yang terjadi,” kata As Sisi dalam sebuah pidato merayakan lulusan Fakultas Angkatan Laut dan Udara di Kairo, Rabu.

Pengamat politik Malaysia, Abdul Malik, menjelaskan bahwa seruan As Sisi itu sangat berbahaya. Jika pendukung kudeta terprovoksi untuk berdemonstrasi di lapangan Tahrir (meski jumlahnya hanya ribuan orang, red), itu bisa dijadikan dalih bagi As Sisi untuk membubarkan demonstrasi di Rabi’ah Adawiyah dan Nahdhah yang memasuki minggu ketiga walaupun terpaksa dibunuh dan diserang.

Pendapat lain mengatakan, kemungkinan terjadinya bentrokan antara pendukung kudeta dan pro Mursi juga terbuka. Setelah terjadi bentrokan, militer diprediksi langsung bertindak ‘menghabisi’ demonstran pro Mursi.

Seperti diketahui, Ikhwanul Muslimin dan koalisi nasional mengumumkan Jum’at (26/7) yang bertepatan dengan 17 Ramadhan sebagai “Jum’at Furon” untuk mendesak diakhirinya kudeta. Diperkirakan, jumlah massa yang akan bergabung dengan demonstrasi yang mengambil momentum nuzulul Qur’an itu akan mencapai lebih dari 10 juta orang. [IK/Fmd/Msk/bsb]

No comments

Powered by Blogger.