Header Ads

Aksi Bela Islam

Erdogan Menangis Saat Dibacakan Surat Beltagi untuk Putrinya yang Syahid

Dalam sebuah acara televisi yang disiarkan channel Ulke secara live, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menangis ketika dibacakan surat Mohamed El Beltagi untuk putrinya, Asmaa, yang syahid dalam pembantaian Rab’ah pada pertengahan Agustus lalu.

Ketika ditanya tentang sebab menangisnya, Erdogan menjawab bahwa ia membayangkan seakan anak-anaknya adalah Asmaa.

“Selesai bekerja, aku selalu pulang ke rumah. Seringnya pulang malam-malam. Pernah anakku menulis pesan yang ditempel di pintu kamarku. Pesanya,'Ayah, tolong beri kami satu malam saja'."

Erdogan mengaku dia memang terlalu sibuk dengan tanggung jawab besar yang sudah dirancangnya sejak dulu. Karena sangat sibuknya, sering dia pulang pukul satu atau dua dinihari. “'Tentunya semua anakku telah tidur,” lanjutnya seperti dikutip Dakwatuna.

“Ketika mendengarkan dibacakannya surat ini, aku membayangkan seakan-akan anak-anakku itu adalah Asmaa,'' terang Erdogan dengan mata yang basah.

Erdogan mengatakan, sangat mengharukan ketika seorang ayah tidak bisa menshalati jenazah putrinya sendiri. Putrinya adalah seorang gadis yang pandangan matanya penuh dengan harapan masa depan. ''Kepergiannya yang sangat cepat ini sungguh sangat mengharukanku,'' katanya.

"Aku yakin sikap Beltagi kepada putrinya ini akan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi dunia Islam, para pemuda, dan para orang tua bagaimana bersikap kepada anaknya," kata Erdogan.

"Saya berkata seperti ini bukan sebagai perdana menteri, tapi sebagai rakyat biasa, Erdogan."

Seperti diberitakan sebelumnya, Qiyadah Ikhwanul Muslimin Mohammed El Beltagi menulis surat untuk Asmaa, putrinya yang telah syahid (insya Allah) dibantai militer bersama ribuan syuhada’ lainnya. Surat itu kemudian tersebar ke seluruh dunia melalui berbagai jenis media. Asmaa merupakan putri semata wayang Beltagi yang baru berusia 17 tahun. [AM/Dkw/Rpb]

No comments

Powered by Blogger.