Header Ads

Aksi Bela Islam

Inilah 4 Poin Kepres Mesir tentang Pembubaran Ikhwanul Muslimin

Presiden inkonstitusional Mesir Adly Mansour mengeluarkan keputusan presiden (Kepres), Sabtu (17/8), yang berisi pembubaran Ikhwanul Muslimin dan menyebut organisasi Islam terbesar itu sebagai teroris. Kepres yang membawa Mesir kembali pada UU Nomor 73 tahun 1956 itu berisi empat poin sebagai berikut:

1. Ikhwanul Muslimin adalah organisasi teroris/terlarang
2. Anggota dan simpatisan Ikhwanul Muslimin akan disidang oleh pengadilan militer
3. Pembekuan semua sumber keuangan Ikhwanul Muslimin
4. Keputusan ini akan dibuat di semua media resmi pada tanggal 17 Agustus 2013

Menyikapi kepres tersebut, Ketua Komisi I DPR RI Mahfidz Siddiq menilai militer Mesir tidak siap berdemokrasi.

“Kepres Mesir hari ini jelas mengungkap apa motif dan target semua manuver politik yang diwarnai kekerasan bersenjata, yaitu ketidaksiapan kalangan militer Mesir menerima demokrasi, berkolaborasi dengan unsur-unsur kekuatan politik lainnya.” kata Mahfudz melalui akun twitternya, Sabtu (17/7) malam.

“Lalu melakukan cara sistematis mendongkel pemerintahan hasil pemilu demokratis, dengan berbagai alasan yang dicari-cari. Cara ini dilakukan dengan sadar di atas darah dan nyawa ribuan rakyat sipil, bahkan penistaan rumah-rumah ibadah dan sarana publik. Dilanjutkan dengan pemberangusan paksa atas kekuatan politik Islam moderat yang distigmakan dengan ‘terorisme’”, lanjutnya. [IK/Twt]

5 comments:

  1. Adly Manshour, AsSisi & antek2 nya semuanya...ANJING..NAJIS, LAKNATULLAH

    ReplyDelete
  2. Inilah politik nyata tapi aneh yang terjadi ditimur tengah. Kunci masalahnya adalah Palestina. Memang bangsa Arablah, yang menyebabkan Palestina sulit merdeka. Secara tidak langsung bangsa arab berpihak kepada Israel, bukan ke Palestina. Kudeta Militer di Mesir karena dukungan Arab Saudi, UAE, Bahrain dan Amrik/Israel, walaupun melanggar hukum Internasional, mereka menganggap Moursi yang terpilih secara demokratis adalah teroris. Terlepas Moursi orang muslim dari IM, tapi pembantaian keji yang dilakukan militer terhadap pendemo, harus dihukum berat dan dijadikan sebagai PENJAHAT KEMANUSIAAN. Siapapun yang menjadi pemimpin Mesir berikutnya tidak masalah, tapi dengan pembantaian militer diera moderen, tidak dapat diterima akal sehat sebagai manusia. Apakah Firaun baru bangun? Inilah kekejaman biadab antara muslim dengan muslim karena berbeda aliran politik? Islam adalah agama perdamaian, tapi kenyataannya di Mesir sangat memukul kita sebagai ummat Muhammad saw. Mari kita doakan semoga Mesir cepat pulih secara damai. Amiiin

    ReplyDelete
  3. SBY adalah presiden pengecut sehingga membuat Indonesia diam saja dan membiarkan umat islam disana dibantai oleh antek2 amerika dan israel...
    Sehingga pantaslah bila dia dicurigai merupakan antek2 barat dan neoliberal.
    Kasian bangsa indonesia dipimpin oleh org2 spt ini...
    Niscaya bila tdk ada yg bertindak menuju perubahan kt semua akan menuju jurang kehancuran, percuma saja sbg negara beragama islam yg terbesar didunia tp tdk ada yg berani bertindak membela saudara seagamanya diinjak2 spt ini...
    Kasian..kasian..

    ReplyDelete
  4. Semoga Allah segera membalas para pembuat makar tsb apalagi yang telah membantai muslim di Mesir. Bahkan RS dan masjid pun tak luput dari aksi pemberangusan tsb.

    ReplyDelete
  5. kita patut marah dan melawan atas kezaliman, tapi tolong tetap jaga jangan sampai mengumpat dan mencela. itu hal yg tidak pernah diconthkan Rasul. ingat bro n sis, sumber kekalahan bukan karena lemah, tapi karena maksiyat. jangan terpancing untuk maksiyat!!

    ReplyDelete

Powered by Blogger.