Pejabat Israel: AS dan Barat Harus Dukung Militer Mesir, Kini Permainannya Bukan Demokrasi Lagi

Seorang pejabat Israel mengatakan, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat harus mendukung militer Mesir. Meskipun presiden Mursi adalah pemenang demokrasi, AS dan Barat diminta untuk tidak mengecam dan mengancam militer di negeri piramida tersebut.

"Nama permainannya sekarang bukan demokrasi," kata pejabat Israel tersebut seperti dikutip kantor berita AFP, dari Jerusalem Post, Selasa (20/8).

"Nama permainannya adalah perlunya negara yang berfungsi. Setelah kita mengembalikan Mesir ke jalurnya, barulah kita bisa bicara soal memulai kembali proses demokrasi di sana," tambahnya.

Tidak dijelaskan apa yang dimaksud dengan 'mengembalikan Mesir ke jalurnya' oleh pejabat itu. Namun, seperti diketahui, pemerintahan Mursi yang melakukan banyak perubahan dengan mengadopsi hukum Islam dinilai membahayakan kepentingan Zionis. Terlebih, video pidato Mursi tentang pembebasan Palestina telah beredar luas di internet dan sangat mungkin telah diketahui oleh Israel.

Sebelumnya, Penulis Israel Yossi Melman membocorkan keterlibatan zionis dalam mendukung kebrutalan militer Mesir. Diantaranya, dengan cara melakukan lobi diplomatik di Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa agar tidak mengecam pembantaian yang dilakukan oleh militer Mesir terhadap ribuan demonstran. Israel juga menggerakkan negara-negara sahabat agar tidak menyebut tindakan militer Mesir tersebut sebagai ‘pembantaian’. [AM/Afp/bsb]
Powered by Blogger.